Sat Narkoba Polres Sergai Fasilitasi Tahanan Dapatkan Operasi Gratis

oleh -449 views
Tahanan Sat Narkoba Polres Sergai yang mendapat fasilitasi operasi usus buntu secara gratis

garudaonline – Sergai | Sat Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) dan pihak Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tebingtinggi memfasilitasi secara gratis operasi usus buntu seorang tahanan kasus narkoba bernama Dodi Dwiardianto alias Dodi (28) warga Dusun II Pondok Bawah, Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Sergai.

Dodi yang merupakan tahanan Sat Narkoba Polres Sergai saat ini dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II-B Tebingtinggi.

“Pada Rabu, 18 September 2019 sekitar pukul 09.00 WIB pihak Lapas Tebingtinggi menghubungi penyidik pembantu yang menangani perkara Dodi yakni Bripda Riswandi Barus,” kata Kasat Narkoba Polres Sergai AKP Martualesi Sitepu, S.H., M.H, Rabu (18/9/2019).

“Mereka menyampaikan keadaan tersangka Dodi yang dalam keadaan sakit. Kemudian, kami langsung melengkapi adm pengobatan tersangka dan selanjutnya menjemputnya dari lapas. Lalu, tersangka Dodi kami bawa berobat ke Rumkit Bhayangkara Tebingtinggi,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan oleh tim medis, tambah Martualesi, ternyata tersangka mengalami usus buntu akut dan harus diambil tindakan operasi. Akan tetapi, semua itu bisa dilakukan seizin keluarga tersangka.

Tanpa menunggu lama, pihak Penyidik Sat Narkoba Polres Sergai menjemput orang tua tersangka bernama Ardiansyah. Setelah dijelaskan, orang tua tersangka setuju anaknya dilakukan tindakan operasi.

“Nah, sekitar pukul 16.00 WIB operasi usus buntu yang dipimpin Dr Indera Sp.B dilakukan. Operasi berjalan lancar dan sukses, saat ini tinggal menunggu proses pemulihan,” sebut Martualesi.

Ardiansyah, orang tua Dodi sangat mengapresiasi tindakan dari Sat Narkoba Polres Sergai dan Rumkit Bhayangkara yang tidak memungut biaya operasi usus buntu anaknya.

“Saya Ardiansyah, orang tua dari Dodi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Sergai, Kasat Narkoba Sergai dan pihak Rumkit Bhayangkara Tebingeinggi yang telah melaksanakan operasi usus buntu anak saya tanpa dipungut biaya atau gratis,” ucap Ardiansyah.

Diketahui, Dodi Dwiardianto alias Dodi ditahan sejak 9 Juli 2019 dalam perkara kepemilikan narkotika jenis sabu. Saat ini, berkas perkaranya sudah tahap I menunggu petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU).

(g.01)

Berikan Komentar