Satu dari Dua Perampok Pensiunan PNS di Medan Terkapar Ditembak Polisi

oleh -2.132 views
Kapolrestabes Medan KBP Dadang Hartanto merilis tersangka kasus perampokan

garudaonline – Medan | Dua anggota komplotan perampok yang menyatroni rumah seorang pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) di Medan, Sumatera Utara berhasil ditangkap personel Unit Pidum Subnit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan.

Dari dua orang yang ditangkap, seorang ditembak. Dia adalah, JPH alias Ucok (38) warga Jalan Pintu Air, Kelurahan Sitirejo, Kecamatan Medan Kota.

“Tersangka Ucok ini perannya masuk ke dalam rumah korban. Dia juga yang mencekik leher korban dan menutup wajah korban dengan goni plastik lalu menyekap korban di kamar,” ujar Kapolrestabes Medan KBP Dadang Hartanto, Jumat (5/10/2018).

Dikatakan, tersangka Ucok diberikan tindakan tegas lantaran melakukan perlawanan pada saat akan ditangkap di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Medan.

“Dia berusaha menyerang petugas sehingga kita berikan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan SOP. Tersangka kita tembak pada bagian kakinya,” terang Dadang.

Setelah mengamankan tersangka Ucok, polisi lantas melakukan interogasi. Hasilnya diperoleh keterangan bahwa ia menjalankan aksinya bersama temannya RN alias Dani (41).

Polisi lalu melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Dani di rumahnya di Jalan Tanggok Bongkar VI / Jalan Pinguin Raya III Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai.

“Peran tersangka Dani ini menjual barang hasil kejahatan berupa 2 cincin emas seharga Rp. 1.500.000, kepada seorang wanita yang tidak ia kenal di Pasar Sukaramai.”

“Ia juga yang menjualkan sepeda motor hasil kejahatan itu seharga Rp. 700.000 kepada laki-laki yang bernama Bono (DPO) di Lubuk Pakam,” papar Dadang.

Aksi perampokan tersangka Ucok ini dilakukan di rumah korbannya Kalvin Sianturi (74) di Jalan Selam V No 55, Kelurahan
Tegal Sari Mandala I, Kecamatan Medan Denai pada Jumat 20 April 2018 sekitar pukul 20.30 WIB.

Motifnya, tersangka ingin memiliki barang-barang milik korban. Ia berpura-pura membersihkan parit dengan membawa satu unit angkong.

Pada saat tersangka Ucok masuk dari pintu samping kanan rumah korban yang kebetulan tidak dikunci, korban melihatnya. Karena kepergok, tersangka lalu mencekik, memukul dan menutup wajah korban dengan goni plastik.

Akibatnya, leher korban memar, mata kanan dan mata kiri serta dagu korban bengkak. Setelah menyekap korban, tersangka lalu mengambil barang milik korban seperti sepeda motor Honda Supra Fit BK 4288 CV, 2 cicin emas, uang Rp700 ribu dan 1 unit HP.

Barang-barang hasil rampokan itu lalu diserahkan kepada tersangka Dani untuk dijualkan.

Terhadap tersangka hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Mereka dipersangkakan dengan Pasal 365 ayat (2) ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun.

(g.01)

Berikan Komentar