Satu Korban Banjir Bandang Dairi Ditemukan di Aceh

oleh -468 views

garudaonline, Dairi: Banjir bandang yang melanda Kabupaten Dairi, Sumatera Utara memang telah terjadi satu pekan lalu.

Meski demikian beberapa korban yang terseret akibat bencana tersebut masih belum ditemukan.

Sampai saat ini pencarian korban banjir bandang di Desa Bongkaras, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara memasuki hari keenam. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban kelima.

Pelaksana Tugas Camat Silima Pungga-punga Eddy Banurea menjelaskan, jenazah korban yang ditemukan diketahui bernama Nadia boru Hasugian, 4. Bocah malang itu ditemukan sekira pukul 09.00 WIB.

Nadia terbawa aliran banjir cukup jauh. Dia ditemukan di sungai Lae Soraya, Kota Subulussalam, Aceh.

“Ada dua masyarakat yang sedang memancing melihat jenazah korban,” kata Eddy, Senin (24/12).

Begitu jenazah ditemukan, dua warga yang memancing itu kemudian memanggil warga. Jenazah Nadia dibawa ke pinggir sungai.

“Polisi kemudian membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Kota Subulussalam. Dan menginformasikan kepada kita yang ada di Dairi,” ungkapnya.

Dari foto-foto yang dikirimkan, orangtua Nadia, Nesprin Hasugian langsung tanda dengan ciri-ciri anaknya. Yang paling ditandainya adalah anting yang dipakai.

Nesprin dan beberapa petugaas SAR kemudian langsung berangkat ke Subulussalam. Sekira pukul 17.30 WIB, jenazah kemudian diberangkatkan ke Dairi.

Hingga kini belum ada gambaran apakah masa operasi pencarian akan di perpanjang?

“Masih dalam pembahasan. Kita tunggu keputusannya besok.

Hingga kini, pencarian korban banjir masih terus dilakukan. Tim SAR Gabungan, menyisir material banjir bandang dengan peralatan manual.

Rencananya pencarian akan dilakukan hingga Senin (24/12). Sesuai standar operasi SAR.

Untuk diketahui, Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah desa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Selasa (19/12).

Akibat bencana itu, sekitar 110 hektar lahan pertanian dan perkebunan rusak berat. Saluran irigasi juga rusak. Termasuk akses jalan desa.

Tidak sedikit juga masyarakat yang kehilangan ternaknya karena hanyut terbawa arus.

Berikut nama korban yang masih hilang dan dalam pencarian :

1. Kino Tumanggor, 45
2. Lina Padang, usia tidak diketahui

Korban ditemukan :
1. Bairun Sitorus, 35
2. Elfrida Sinaga
3. Walbiner Simarmata
4. Jaluddin Boangmanalu, 83
5. Nadia Hasugian, 4
(dfnorris)

Berikan Komentar