Sayangi Balita Anda dengan Meracik MPASI Sesuai Usia

oleh -796 views

garudaonline, Jakarta: Asupan makanan memengaruhi tumbuh kembang anak. Mulai lahir hingga usia enam bulan, anak hanya mendapatkan nutrisi dari ASI.

Namun setelah enam bulan, ia wajib memperoleh nutrisi tambahan dari makanan pendamping ASI atawa MPASI.

Dokter spesialis gizi klinis Diana F. Suganda mengatakan di usia enam bulan ke atas, ASI tak mampu lagi memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang semakin bertambah. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), di usia enam bulan, usus anak sudah siap menerima makanan pendamping selain ASI.

Pada prinsipnya, pemberian MPASI untuk anak musti tepat waktu, bergizi lengkap, aman dan pemberian dengan cara yang benar.

“Ibu perlu mengingat bahwa MPASI bukan makanan pengganti ASI. ASI tetap diberikan pada anak hingga usia dua tahun,” ujar Diana saat ditemui beberapa waktu lalu.

Buat ibu baru, meracik MPASI jadi tantangan tersendiri. Namun pada dasarnya, pemberian MPASI perlu disesuaikan dengan usia anak.

Usia 6-8 bulan

Diana menjelaskan, untuk anak usia 6-8 bulan MPASI yang bisa diberikan antara lain bubur halus, lembut, dan cukup kental.

Setelah diperkenalkan dengan bubur halus, bayi bisa makan bubur dengan yang teksturnya lebih kasar.

Dengan fekuensi makan 2-3 kali sehari, ASI tetap diberikan tergantung nafsu makannya. Untuk volumenya, ibu bisa mulai dengan 2-3 sendok makan lalu ditingkatkan secara bertahap menjadi setengah mangkuk atau 125 mililiter.

Menu-menunya pun bisa yang sederhana seperti bubur susu, pisang, alpukat, kentang tumbuk, pepaya atau jagung manis. Sebaiknya bahan-bahan diolah dengan cara direbus atau dikukus, tanpa ditambah gula, garam atau zat adiktif lain.

Usia 9-11 bulan

Di usia ini, MPASI sudah boleh dicampur dengan susu formula selain ASI. Anak sudah bisa diberi menu makanan dengan tekstur cincang halus atau makanan saring kasar.

Secara bertahap, ibu dapat memberikan menu yang lebih kasar hingga diberi finger food atau makanan yang bisa digenggam anak.

Menu nasi tim dirasa paling pas untuk anak usia 9-11 bulan. Menu ini memungkinkan ibu memasukkan aneka bahan makanan plus nasi sebagai sumber karbohidrat. Sebagai finger food, anak bisa diberi buah-buahan lunak.

Volume makanan bisa ditingkatkan dari setengah mangkuk menjadi tiga perempat mangkuk atau setara dengan 175 mililiter.

Usia 12-23 bulan

Anak mulai mampu menyantap menu makanan keluarga. Jika sebelumnya anak makan sendiri, sekarang anak bisa diajak makan bersama. Strategi ini bisa dicoba agar anak bersemangat saat makan.

Meski bisa makan bersama ibu, ayah dan kakak-kakaknya, tekstur makanan anak masih perlu diperhatikan. Untuk lauk pauk, ibu bisa mencincang kasar terlebih dahulu sebelum disantap. Frekuensi makan sudah bisa seperti orang dewasa yakni tiga kali sehari dengan volume maksimal satu mangkuk atau 200 mililiter.(CNN/dfn)

Berikan Komentar