SBY Yakin ‘Serangan’ Agum Gumelar Bukan Perintah Jokowi

oleh -14 views

garudaonline, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meyakini anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar menyerang dirinya tanpa sepengetahuan dan bukan atas perintah Presiden Joko Widodo.

Diketahui Agum dalam sebuah diskusi yang direkam dan diunggah oleh Ulin Ni’am Yusron di akun Facebooknya, Senin (11/3), menyebut SBY merupakan salah satu anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang ikut menandatangani pemecatan Prabowo Subianto terkait penculikan aktivis 98. Namun, pada Pilpres 2019 SBY bersama Demokrat justru menjadi pendukung Prabowo.

“Saya juga meyakini, bahwa meskipun sebagai anggota Wantimpres mungkin Pak Agum Gumelar sangat dekat dengan Pak Jokowi, salah satu capres kita, belum tentu kata-kata Pak Agum itu sepengetahuan atau apalagi atas permintaan Pak Jokowi,” ujar SBY dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Jumat (15/3).

SBY meyakini hal itu lantaran di antara dirinya dan Jokowi punya sikap dan dalam posisi yang saling menghormati. Tentunya, sikap demikian membawa kebaikan bagi situasi politik nasional.

“Secara sosial dan politik, sikap kami ini tentunya baik agar situasi nasional tetap teduh. Secara moral pun memang harus demikian,” ucap dia.

Lebih jauh Presiden RI ke-6 ini mengatakan, bahwa dirinya berhasil meyakinkan Ani Yudhoyono yang tengah berbaring sakit bahwa Agum ‘menyerang’ karena tak tahu persoalan dan dilema yang dihadapi Demokrat pada Pilpres 2019.

Demokrat sendiri diketahui baru memutuskan merapat ke koalisi pengusung Prabowo-Sandi pada menit-menit akhir sebelum pendaftaran capres-cawapres, 10 Agustus 2018 lalu.

“Jika tahu, tak akan berkata begitu. Kecuali kalau Pak Agum memang tidak suka dan benci dengan saya,” ucapnya. (CNN/dfn)

Berikan Komentar