Sebut Uang Negara Bocor Rp1000 triliun, Prabowo Tak Tunjukkan Bukti

oleh -502 views

garudaonline, NTB: Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku rakyat sudah muak dengan perilaku korupsi yang banyak menggerogoti bangsa ini. Ia pun menyoroti kebocoran uang negara Rp1.000 triliun.

“Rakyat sudah muak dengan korupsi dan diperlakukan tidak adil, kenapa? Karena kekayaan Indonesia banyak diambil dan mengalir ke luar negeri,” ujar Prabowo, saat orasi terbuka dalam kampanye di Lapangan Karang Pule, Mataram, NTB, Selasa (26/3).

Buktinya, kata dia, ada ribuan triliun uang negara yang bocor. Namun, ia enggan memberi buktinya dan meminta masyarakat yang mempertanyakan ucapannya untuk bertanya ke pemerintah.

“Saya katakan Rp1.000 triliun uang negara bocor. Tapi setiap saya bicara begitu para elite banyak yang kebakaran jenggot. Buktinya mana? Saya ditanyai. Saya jawab, ‘tanya pemerintah, kenapa tanya gue?’ Kalau gue presiden, gue tanggung jawab,” kilahnya.

Jika kelak terpilih menjadi presiden pada Pilpres 2019, dia, yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, bertekad membangun pemerintahan yang bebas dari korupsi. Caranya, menaikkan gaji penegak hukum.

“Hakim-hakim kita naikkan gajinya berlipat-lipat, karena mereka tidak boleh disogok, karena hakim tempat terakhir rakyat mengadu. Kalau naik gaji, pikirkan rakyat. Sesudah itu kita perbaiki aparat lain seperti polisi, TNI, dan lainnya,” kata dia.

“Kenapa saya bicara begini? Karena saya juga prajurit. Semua yang kita terima ini adalah dari rakyat,” kata dia, yang merupakan mantan Panglima Kostrad itu.

Selain menaikkan gaji para penegak hukum, dia berjanji pada 100 hari pertama pemerintahan akan menurunkan sejumlah tarif dasar listrik, daging, dan sembako.

“Petani bisa naik begitu juga bisa nelayan dapat jaminan, PNS honorer dokter dan perawat juga naik,” katanya.

Sebelumnya, Prabowo mengklaim anggaran negara bocor Rp500 triliun. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan tudingan Prabowo tidak benar karena sudah lewat audit BPK.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat bahwa parpol dengan calon anggota legislatif yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi adalah Partai Hanura dengan 11 caleg. Sementara, Partai Gerindra memiliki 6 orang caleg eks koruptor. (CNN/dfn)

Berikan Komentar