Sejak Ada Tim Pegasus, Tren Kejahatan C3 di Medan Menurun

oleh -2.785 views
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto (kanan) didampingi Wakapolrestabes AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto (2 dari kanan), Kasatreskrim AKBP Putu Yudha Prawira (kiri) dan Kasatres Narkoba AKBP AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo (2 dari kiri) merilis barang bukti hasil operasi Tim Pegasus

PEGASUS 2

garudaonline – Medan | Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto membentuk pasukan khusus yang diberi nama Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) pada Juni 2016 lalu.

PEGASUS 3

Tim ini dibentuk untuk mengantisipasi tren kejahatan yang meningkat ketika bulan puasa dan menjelang akhir bulan puasa, terutama dalam menghadapi C3 (Curas atau Begal, Curat dan Curanmor).

Dan berdasarkan data yang dianalisa selama sebulan, ternyata Tim Pegasus yang beranggotakan personel Satreskrim, Sat Sabhara, Satres Narkoba Polrestabes Medan dan Polsek jajaran ini sangat efektif dalam mengantisipasi kejahatan konvensional tersebut.

Ini dapat dibuktikan dengan menurunnya angka kejahatan C3 pada bulan suci Ramadan 1439 H. Tren kejahatan ini diklaim turun hingga 16 persen dibanding Ramadan 1438 H tahun lalu.

“Dari hasil data yang kita analisis, jika kita bandingkan dengan tahun lalu crime total atau total kejahatan yang terjadi pada bulan Ramadan tahun ini menurun,” kata Dadang di Mapolrestabes Medan, Kamis (5/7/2018).

“Dari 226 kasus yang terjadi di bulan Ramadan tahun 2017, menjadi 224 kasus di bulan Ramadan 2018 atau turun 16 persen. Kemudian penyelesaian kejahatan di tahun 2017, pada momen yang sama dari 99 kasus naik menjadi 107 kasus,” terangnya.

“Itu artinya jumlah penyelesaian tindak pidana (JPTP) tahun ini naik menjadi 10 persen jika dibandingkan dengan JPTP selama Ramadan 1438 H tahun 2017,” tuturnya.

Kemudian jumlah tindak pidana (JTP) C3 pada Mei 2018, sebelum dibentuknya Tim Pegasus mencapai 219 kasus. Setelah dibentuknya Tim Pegasus pada Juni 2018, JTP C3 menurun menjadi 168 kasus. Sementara JPTP nya naik dari 52 persen menjadi 55 persen.

Artinya bila dibandingkan antara bulan sebelum adanya Tim Pegasus dan bulan setelah adanya Tim Pegasus pada tahun yang sama itu mengalami dampak positif untuk menekan terjadinya kejahatan terutama curas atau begal, curanmor maupun curat.

Dari capaian yang diperoleh itu, Tim Pegasus Polrestabes Medan dan Polsek jajaran mendapat 72 orang tersangka terdiri dari tersangka kasus begal, curanmor dan curat.

Sedangkan barang bukti yang disita ada sekitar 522 unit sepeda motor yang sebagian merupakan alat bukti kejahatan.

“Sebagaian lagi setelah dicek surat-suratnya memang lengkap ada pemiliknya, kita sudah kembalikan kepada pemiliknya,” kata Dadang.

Dadang menyebutkan bahwa Tim Pegasus yang dibentuk ternyata jika dilihat dari segi terjadinya kejahatan maupun penyelesaian perkara semuanya berkorelasi positif.

“Jadi eksistensi Tim Pegasus ini sangat mampu mengatasi trennya terjadinya kejahatan,” pungkasnya.

(g.01)

Berikan Komentar