Sejumlah Massa ‘Serbu’ Konjen Tiongkok, Kecam Penindasan Terhadap Muslim Uighur

oleh -437 views

garudaonline, Medan: Sejumlah massa turun ke jalan serbu Konsul Jenderal Tiongkok di Kota Medan, Jumat (21/12). Dalam aksi ini Massa menyuarakan penderitaan muslim Uighur dan mengecam penindasan yang diduga dilakukan oleh Tiongkok kepada umat Muslim di Uighur.

Massa dalam aksinya melakukan long march dari Masjid Raya Al Mashun Medan. Mereka bergerak ke gedung Konjen Tiongkok, Jalan Wali Kota.

Rombongan aksi ini terdiri dari organisasi mahasiswa dan Ormas Islam. Poster-poster berisi kecaman pun mereka bawa sebagai bentuk perlawanan. Di antara massa tampak pula sejumlah orang memakai baju putih merah bertuliskan Gerakan Nasional Cinta Prabowo.

Pekik takbir menggema begitu massa tiba di Konjen. Mereka mengarak sebuah poster, bergambar Presiden Tiongkok Xi Jinping.

“Saudara kita di sana hanya minoritass. Kenapa mereka harus dibunuh. Apakah mereka merusak negara Cina (Tiongkok)?,” ungkap seorang orator dari atas mobil komando.

Di Konjen Tiongkok, penjagaan super ketat dilakukan. Ratusan personel kepolisian sudah bersiaga, sejak sebelum salat Jumat.

Di seputaran Konjen, beberapa kendaraan taktis sudah terparkir. Ada mobil meriam air, mobil sound system, dan mobil yang membawa pagar kawat berduri.

Massa membawa, satu unit truk besar yang jadi mobil komando. “Usir Cina Komunis. Usir Cina Komunis,” teriak massa.

Ustaz Acong, salah satu perwakilan massa menyampaikan orasi. Sebagai keturunan Tionghoa dia kecewa. Kenapa umat Islam di sana ditindas. Apakah karena pemerintah Tiongkok takut dengan kebangkitan Muslim.

” Saya mewakili muslim Tionghoa prihatin dengan tanah leluhur kami di sana yang dijajah Komunis,” ungkapnya.

Orator lainnya Ustaz Heriansyah menyebut Tiongkok biadab karena menyiksa Muslim di Uighur. Dia juga mengungkapkan kekecewaan dengan Konjen Tiongkok yang terkesan menutup diri.

” Tuntutan kita jelas. Mau ada gak ada dia di dalam. Kita menyatakan marah kita kepada Cina biadab,” ungkapnya.

Bahkan dia juga menuntut Presiden Joko Widodo untuk mengusir duta besar Tiongkok dari Indonesia. Jika Jokowi tidak berani, kuat dugaan orang nomor satu di Indonesia itu berlindung dibalik kekuatan Tiongkok.

Hingga berita ini diturunkan unjuk rasa masih berlangsung. Aksi diberhentikan sementara, memasuki waktu Ashar.

Sebelumnya muncul desakan dari banyak pihak termasuk dari MUI terkait Uighur. Pemerintah Indonesia diharapkan bersikap lebih nyata dalam menanggapi dugaan kekerasan terhadap sesama Muslim itu. Apalagi, posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. (dfnorris)

Berikan Komentar