Seminar Sespimti Polri Dikreg 26 Bahas Harmonisasi Institusi untuk Mendorong Ekonomi Nasional

oleh -953 views
Serdik Sespimti Polri Dikreg ke 26 TA 2017 foto bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

garudaonline – Jakarta | Peserta didik (Serdik) Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi (Sespimti) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke 26 Tahun Ajaran (TA) 2017, Jumat (20/10/2017) menggelar seminar mengenai Harmonisasi Paradigma Kebijakan Institusi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Seminar sekolah Sespimti Polri Dikreg ke 26 TA 2017 yang diselenggarakan di Auditorium PTIK, Jakarta tersebut menghadirkan empat orang pembicara masing-masing Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Guru Besar UI Rhenald Kasali. Acara dipandu oleh moderator Ira Koesno.

Dalam acara seminar ini, masing-masing narsumber diberikan waktu memberikan penjelasan terkait ekonomi selama 15 menit secara bergantian, yang pertama dilakukan oleh Agus Martowardojo.

Dalam kesempatannya, Agus memaparkan terkait dengan kondisi perekonomian Indonesia mulai dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh secara stabil.

“Ekonomi nasional tumbuh 5,01% di kuartal pertama dan kedua 2017. Salah satu yang buat pertumbuhan ekonomi kita cukup berkesinambungan,” kata Agus.

Berkesinambungan yang dimaksud, kata Agus, lajunya stabil dan tidak bergerak tinggi atau jatuh secara dalam. Hal ini juga yang membuat ekonomi Indonesia pertumbuhannya lebih baik dibandingkan negara seperti Malaysia dan Thailand.

“Makanya di kisaran 5,01% dibandingkan negara tetangga, dan ekonomi Indonesia dibandingkan Malaysia, Thailand bahwa kita relatif lebih tinggi, ini kekuatan kita, kondisi geografis luas, dan ekonomi tetap terjaga,” jelas dia.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata Agus, berasal paling tinggi dari Pulau Jawa lantaran menjadi basis industri di Indonesia, sedangkan dari luar Jawa masih relatif kecil.

“Kalau di luar ekonomi tergantung pada bahan mentah, ekspor bahan tambang mentah, kalau harga komoditi jatuh itu membuat tekanan ekonomi di luar jawa,” tukas dia.

Sementara itu Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bahwa Polri harus mendukung semua pertumbuhan ekonomi dengan cara hit and fix.

“Temukan pelanggaran dan cari solusinya, bukan dengan paradigma lama dengan cara hit and run sehingga melemahkan keinginan berinvestasi baik bagi penanam modal dalam negeri ataupun asing.”

“Terutama Bhabinkamtibmas harus bersinergi dengan babinsa untuk mengawal penggunaan dana desa agar selaras dengan program nawacita,” tuturnya.

(dtc/g.01)

Berikan Komentar