Sepanjang 2019, Ada 6 Warga Medan yang Meninggal Akibat DBD

oleh -456 views

garudaonline – Medan | Hingga Oktober 2019, dari 913 kasus penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Medan, 6 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Jika dibandingkan kasus tahun 2018, pada tahun ini ada kecenderungan terjadi penurunan,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mutia Nimpar kepada  wartawan, Rabu (6/11/2019).

Mutia menjelaskan, pada sepanjang tahun 2018, jumlah kasus DBD di Kota Medan mencapai hingga sebanyak 1.490 kasus. Dari jumlah ini, sebanyak 13 diantaranya meninggal dunia.

“Hal ini karena Kota Medan kan banyak penduduknya. Sehingga jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan warga Medan, angka ini sebetulnya masih tergolong rendah,” jelasnya.

Lanjut ia menjelaskan, untuk kasus DBD ini, jumlah terbanyak ditemukan pada bulan Januari 2019, dengan 229 kasus. Kemudian menurun pada Februari menjadi 135 kasus, Maret 92 kasus, April 60 kasus, Mei 37 kasus, Juni 44 kasus.

“Selanjutnya angkanya naik kembali pada Juli menjadi 89 kasus, Agustus 87 kasus, September 65 kasus, dan Oktober 75 kasus,” terangnya.

Sementara itu, untuk jumlah terbanyak kasus DBD ini, lanjut dia, ada ditangani oleh Puskesmas PB Selayang dengan 77 kasus, kemudian Puskesmas Helvetia 70 kasus, Puskesmas Medan Johor 66 kasus, Puskesmas Belawan 62 kasus, dan Puskesmas Medan Deli 52 kasus.

Sedangkan kasus DBD terendah, sambung dia, ditangani oleh Puskesmas Rantang dan Darussalam satu kasus, Puskesmas Pulo Brayan dan Teladan empat kasus, Puskesmas Kota Matsum dan Bromo lima kasus.

“Untuk Puskesmas Sicanang dan Rengas Pulau nihil. Namun untuk yang meninggal dunia, masing-masing satu orang di wilayah Puskesmas Helvetia, Medan Deli, Titi Papan, Sukaramai, Medan Labuhan, dan Desa Lalang,” pungkasnya.

(cok)

Berikan Komentar