Siap-siap Bingung, Kini Telah Hadir Generasi O

oleh -562 views

garudaonline, Jakarta: Generasi milenial kini dibayang-bayangi menjadi bagian dari generasi O. Istilah generasi O digunakan untuk menyebut orang-orang yang overworked atau terlalu banyak bekerja, overwhelmed atau terlalu kewalahan, dan overeating atau makan berlebih. Generasi ini berisiko terkena penyakit yang mematikan.

Penelitian terbaru dari Sun Life Asia Health Index menunjukkan, orang dengan usia produktif yang didominasi generasi milenial di Indonesia banyak menjadi bagian dari generasi O.

“Ada kecenderungan munculnya generasi muda yang overworked, overwhelmed, overeating yang tentunya tidak menerapkan gaya hidup sehat,” kata Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia Shierly Ge saat memarparkan hasil penelitian itu di Jakarta, Kamis (10/9).

Shierly menjelaskan, generasi O berakibat pada penerapan gaya hidup tidak sehat seperti tidak berolahraga, kurang tidur, dan makan makanan yang tidak bergizi.

Hal ini dibuktikan dengan hasil survei yang menemukan sebanyak 51 persen usia produktif tidak berolahraga, 34 persen tidur kurang dari 6 jam, dan 32 persen konsumsi makanan yang tidak bergizi.

Bukan tanpa alasan usia produktif itu melupakan hidup sehat. Studi ini mendapati sebesar 44 persen kendala utama didorong oleh tuntutan pekerjaan yang berlebih, hingga tak mampu menjalani gaya hidup sehat.

“Secara spesifik tidak ada jenis pekerjaan tertentu. Tapi karena tuntutan kerja, deadline, lembur, hidup sehat terabaikan,” ucap Shierly.

Selain tekanan pekerjaan, sebanyak 36 persen terkendala distraksi atau gangguan. Shierly menyebut, gangguan itu bisa datang dari berbagai macam hal yang mayoritas merupakan kebutuhan hiburan seperti ajakan makan, nonton, dan sebagainya.

Kendala lainnya adalah biaya hidup sehat yang dianggap mahal. Shierly menuturkan, kendala biaya ini berasal dari biaya pusat kebugaran dan makan-makanan sehat.

Gaya hidup generasi O yang tidak sehat ini meningkatkan risiko berbagai jenis penyakit yang mematikan. Shierly menyebut generasi O dalam jangka panjang dapat mengalami obesitas, diabetes melitus tipe 2, tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit kardiovaskular.

Penelitian ini dilakukan dengan metode survei di delapan negara Asia dengan responden masing-masing 600 orang usia produktif. Di Indonesia, survey dilakukan di tiga kota besar yakni Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Sementara itu pengamat gaya hidup, Dwi Sutarjantono menilai, gaya hidup generasi O dipicu oleh perkembangan teknologi dan media sosial. Menurutnya, dunia maya membuat orang berlomba mengejar kebahagiaan semu.

“Beban hidup generasi sekarang itu dari internet. Orientasinya ingin seperti si A, atau relationship goal misalnya. Akibatnya, ingin menghasilkan duit lebih banyak termasuk dengan overworked,” kata Dwi mengomentari fenomena generasi O. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar