Sidang Penipuan Rp 1,4 Milyar, Keluarga Terdakwa Protes Kehadiran wartawan

oleh -1.124 views

garudaonline – Medan | Sidang kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 1,4 Milyar dengan terdakwa Fadlun Djamali kembali berlangsung diruang cakra V, Pengadilan Negeri Medan, Senin (06/08). Pada persidangan ini menghadirkan para saksi dari pihak BRI Cabang Iskandar Muda.

IMG-20180806-WA0133(1)

Sidang yang berlangsung diruang Cakra V, ini dipadati puluhan massa yang mendampingi terdakwa. Bahkan benturan kembali terjadi dimana Indrayani Batubara seorang wartawati diprotes oleh pihak keluarga karena tidak terima kalau terdakwa di Foto. Tak hanya Indrayani, seorang wartawan senior, juga dikomplain karena mau memoto suasana persidangan.

Bahkan majelis hakim sempat menskor sidang dan menanyakan identitas si reporter yang melakukan peliputan.

“Tolong saudari kok moto-moto, adinda ini dari mana?, lalu si reporter ini pun menjawab dengan tegas bahwa ia awak media. Mendengar itu majelis hakim yang diketuai Richard Silalahi mempersilahkan kedua reporter tadi yang juga hadir dalam persidangan untuk memoto suasana persidangan,”perintah hakim yang kemudian mencabut skors sidang. Apalagi majelis mempertimbangkan banyaknya massa yang mendampingi terdakwa saat persidangan.

Dari pantauan wartawan, tampak Siti bagian Admin BRI dalam kesaksiannya membenarkan kalau sertifikat pada saat diajukan dalam status akta jual beli. “Waktu pengajuan memang ditunjukan ada akta jual beli antara Abdul Hasan dengan pihak Fadlun, bahkan sudah pembayaran melalui transfer kepada pihak korban,”ucapnya.

Sedangkan pengajuan kredit yang diajukan terdakwa adalah pengajuan kredit kepemilikan ruko dengan total senilaii Rp 1,4 Milyar pada 2014. Namun dalam perjalanan terdakwa langsung melunasinya meski sempat membayar cicilan Rp 18 juta  perbulan.

Mengenai keabsahannya sertifikat, selain adanya akta jual beli sertifikat kepemilikan dari pihak penjual ada dikantor notaris. “Sehingga pihak Bank tidak curiga karena semua kelengkapan dilengkapi,”ucapnya.

Tampak seusai sidang baik keluarga korban dan terdakwa sempat bertatapan akan tetapi petugas dari pengadilan sudah mengantisipasi agar tak terjadi kontak fisik. (voshkie)

Berikan Komentar