Sindikat Perampok Ngaku Polisi di Medan Libatkan Wanita, 1 Pelaku Ditembak

oleh -2.567 views
Kapolrestabes Medan KBP Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si didampingi Kasatreskrimnya AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K., M.H, dan Kanit Pidum AKP Rafles Langgak Putra, S.I.K merilis tersangka sindikat perampok ngaku polisi

garudaonline – Medan | Tiga dari empat anggota sindikat perampok yang mengaku anggota polisi di Medan, Sumatera Utara berhasil ditangkap Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Pidana Umum (Pidum) Subnit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan. Dari tiga tersangka yang ditangkap, seorang di antaranya wanita.

Dalam penangkapan tersebut, Tim Pegasus Unit Pidum Subnit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan di bawah pimpinan Kanit Pidum AKP Rafles Langgak Putra, S.I.K terpaksa menembak kaki salah seorang pelaku yang bernama Budi Hardi alias Budi (33) warga Jalan Persatuan Kompleks Lizia Gargen III, Medan.

“Dia kita diberikan tindakan tegas dan terukur karena melakukan perlawanan saat dilakukan pemgenbangan dengan cara memukul anggota dan mencoba melarikan diri. Sudah kita berikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, namun tidak juga diindahkan sehingga dengan terpaksa kedua kakinya kita tembak,” ujar Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Polisi (KBP) Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si didampingi Kasatreskrimnya AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K., M.H, Jumat 26 Oktober 2018.

Dikatakan dalam aksi kejahatannya, tersangka Budi ini berperan sebagai otak pelaku yang mengaku anggota polisi. Dia juga yang merencanakan aksi perampokan dan menodong korbannya yang merupakan seorang sopir Go-Car bernama Michael Sihotang (29) warga Jalan Harmonika Baru Gang, Kelurahan Medan Selayang dengan senjata api.

Sementara itu, tersangka wanita yang bernama Auryn Kenekeysia (23) warga Jalan Damar 16 Perumnas Simalingkar / Jalan Bilal Ujung Gang Bakti, Medan perannya mengajak atau memancing korban untuk bertemu.

Sedangkan seorang lagi tersangka bernama Alvy Syahrin alias Alvi (27) warga Jalan Jemadi Gang Kelapa Dua, Kelurahan Pulo Brayan II, Kecamatan Medan Timur juga berperan mengaku sebagai anggota polisi.

“Tersangka Alvi ini selain mengaku polisi juga yang memukuli korban. Dia juga yang mengumpuli semua barang milik korban lalu membawanya kabur,” terang Dadang.

Dari penangkapan itu, sambung Dadang, pihaknya menyita barang bukti 2 borgol, sepucuk replika senjata api, sangkur, lencana, 2 lembar kartu ATM, 5 unit handphone, 1 jam tangan wanita, 1 unit mobil merk Datsun Go B 1136, 1 unit mobil merk Avanza milik tersangka, 1 bungkus plastik klip untuk kemasan sabu, sepasang sepatu, celana, dan baju.

Aksi perampokan sindikat polisi gadungan libatkan wanita ini dilakukan pada Selasa 9 Oktober 2018 sekitar pukul 02.00 WIB, di Hotel Hawai, Jalan Jamin Ginting, Medan, tempat korban menginap.

(g.01)

Berikan Komentar