Skandal Pelecehan Seksual Merebak, Paus Fransiskus Kritik Keuskupan AS

oleh -430 views

garudaonline, Jakarta: Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus mengkritik keuskupan Katolik di Amerika Serikat, terkait penanganan skandal pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastor. Dia menyatakan keuskupan justru saling menyalahkan dan menyalahgunakan kekuasaan untuk mempermainkan korban, sehingga semakin mencoreng kredibilitas gereja.

“Kredibilitas gereja sangat tercoreng dan ternodai oleh bentuk dosa dan kejahatan ini. Begitu juga upaya untuk menyangkal atau menutupinya,” kata Paus Fransiskus dalam surat kepada Keuskupan AS,  Jumat (4/1).

Di dalam surat itu, Paus Fransiskus menyatakan kecewa dengan perpecahan dan sikap saling menyalahkan yang terjadi di Keuskupan AS. Menurut dia hal itu menyakiti dan membuat jemaat menjadi tidak percaya dengan gereja.

“Hati nurai jemaat dan misi gereja semakin tersakiti karena penyalahgunaan kekuasaan serta pelecehan seksual, karena cara kita yang keliru dalam menanganinya. Semakin menyakitkan melihat para uskup tidak bersatu dan saling menyalahkan daripada mencari jalan untuk rekonsiliasi,” tulis Paus Fransiskus.

Kekecewaan Paus Fransiskus terhadap Keuskupan AS ditumpahkan dalam delapan lembar surat. Dia memaparkan sejumlah masalah yang tengah dihadapi oleh Gereja Katolik.

Paus Fransiskus berharap para uskup menyudahi saling tuding atau hal-hal lain yang bisa merusak hubungan. Di sisi lain, dalam suratnya dia juga terus menyoroti perihal pelecehan seksual oleh pastor.

“Butuh pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik, melawan budaya pelecehan, hilangnya kredibilitas gereja, serta yang mendiskreditkan misi gereja,” tulis Paus Fransiskus.

Surat Paus Fransiskus itu akan dibacakan di dalam kegiatan gereja di Seminari Mundelein, Negara Bagian Illinois, AS. Sekitar 250 uskup akan hadir dalam kegiatan yang berlangsung hingga sampai 8 Januari mendatang.

Paus Fransiskus menyatakan dia tidak bisa hadir dalam kegiatan itu karena masalah logistik. Kemudian dia memutuskan mengutus Bapa Raniero Cantalamessa untuk mewakilinya.

Di dalam penyelidikan, aparat penegak hukum AS mendapat bukti-bukti kalau sejumlah pemuka Katolik melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Menurut mereka hal itu terjadi di 12 negara bagian di AS.

Paus Fransiskus menyatakan akan mengumpulkan keuskupan di seluruh dunia pada 22 sampai 24 Februari mendatang, untuk membahas bersama-sama perihal skandal ini. Namun, dia berharap supaya keuskupan AS terlebih dulu berdoa dan berpikir mendalam tentang masalah pelecehan seksual itu.

Di dalam suratnya, Paus Fransiskus juga menolak cara-cara yang ditempuh oleh keuskupan AS dalam menangani skandal pelecehan seksual.

“Perbaikan butuh tata cara baru, sekaligus perubahan pola pikir, cara berdoa, cara mengurus uang dan kekuasaan, cara menerapkan kekuasaan, serta cara kita untuk berhubungan satu dengan lainnya,” tulis Paus Fransiskus.

“Cara pragmatis yang tidak dibarengi dengan nilai-nilai spiritual dalam menangani krisis ini akan menjadi bencana sejak permulaan,” ujar Paus Fransiskus. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar