Suhu Udara di Medan Capai 37,4 Derajat Celcius

oleh -1.265 views

garudaonline – Medan | Wilayah Sumatera Utara (Sumut) saat ini dihadapkan dengan musim kemarau yang berlangsung hingga akhir Agustus 2018.

Berdasarkan data pengamatan temperatur di beberapa Stasiun Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) di Sumut, tercatat suhu udara maksimum mencapai 37,4 derjat celcius.

“Hari ini di Sampali temperatur tercatat 36,6 derjat celcius, Belawan 34,4 derjat celcius, Medan Simpang Pos dan Ngumban Surbakti 37,4 derjat celcius, Tuntungan 35,8 derjat celcius dan Kualanamu 32,4 derjat celcius,” kata Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, Edison Kurniawan, Selasa 14 Agustus 2018.

Mengacu pada analisa pola angin pada 14 Agustus 2018, kata Edison, menunjukkan bahwa kondisi cuaca tersebut disebabkan adanya Tropical Storm “Bebinca” di Perairan Laut Cina Selatan. Kondisi ini mengakibatkan perubahan pola angin bersifat menyebar di wilayah Sumatera Utara.

“Sehingga menyebabkan pertumbuhan awan cukup sulit di wilayah tersebut. Selain itu, berdasarkan pantauan Citra Satelit Himawari-8, menunjukkan hari ini tidak ada pertumbuhan awan dari pagi hingga sore hari,” jelas Edison.

Sedangkan untuk kondisi suhu permukaan laut di wilayah pantai  barat Sumatera dan Selat Malaka, lanjut Edison, relatif cukup hangat berkisar antara 30 sampai dengan 31 derjat celcius.

Berdasarkan pantauan udara atas, angin di lapisan 925 – 200 mb, cukup kencang yakni 20-58 knot dan kelembapan udara cukup kering 30- 80 persen.

“Sehingga pertumbuhan awan cukup sulit terbentuk di wilayah Sumatera Utara. Dalam beberapa hari ke depan diperkirakan pola cuaca hampir sama dengan hari ini. Selain itu, musim kemarau ini akan berlangsung hingga akhir Agustus,” terangnya.

Mengingat cuaca yang masih cukup panas, BBMKG kata Edison, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap hal- hal yang dapat memicu kebakaran serta mengurangi kegiatan di luar rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan buah.

“Mengingat cuaca bersifat dinamis, masih berpotensi terjadinya gangguan- gangguan cuaca di wilayah barat Sumatera yang dapat menyebabkan kondisi cuaca kembali cukup labil yang dapat berubah sewaktu-waktu,” katanya.

Peringatan dini ini diharapkan dapat terus diikuti dan dicermati oleh para kepala daerah dengan melalukan koordinasi melalui BPBD setempat,” imbuhnya.

(voshkie)

Berikan Komentar