Bebas dari Penjara, Wakil Bupati Simalungun Terpilih Dilantik Pekan Depan

oleh -805 views

garudaonline – Simalungun | Pelantikan Wakil Bupati Simalungun terpilih Ir Amran Sinaga, dijadwalkan pada Kamis 2 Februari 2016. Pelantikan itu sempat tertunda karena Amran terseret kasus pembuatan surat palsu saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Simalungun.

Assisten Administrasi Pemerintahan Setda Provsu H Jumsadi Damanik, mengatakan Amran Sinaga telah bebas setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Amran atas putusan tingkat Kasasi yang menjatuhinya hukuman 4 tahun bui.

“Dalam prosesnya, permasalahan tersebut telah selesai dan Amran Sinaga telah bebas. Untuk itu Menteri Dalam Negeri RI telah menerbitkan Keputusan Nomor 131.12-85 Tahun 2017, tentang pengangkatan Wakil Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara,” jelas Jumsadi, Jumat (27/1/2017).

Dia mengatakan Amran Sinaga sedianya dilantik bersamaan dengan Bupati Simalungun DR JR Saragih pada 22 April 2016. Sebagaimana hasil pemilukada serentak tahun 2015, pasangan DR JR Saragih, SH, MM dan Ir Amran Sinaga memenangkan pemilihan dengan meraih suara terbanyak, 120.860 suara atau 34,74 persen.

“Namun Karena permasalahan hukum yang belum inkrah atau selesai, Wakil Bupati Simalungun terpilih belum dapat dilantik bersamaan dengan pelantikan Bupati Simalungun pada 22 April 2016 yang lalu,” ucap Jumsadi.

Ditambahkan Jumsadi, Keputusan Mendagri itu meminta Gubernur Sumatera Utara untuk melaksanakan pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Wakil Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara.

“Sesuai petunjuk Bapak Gubernur Sumut, Pelantikan Wakil Bupati Simalungun terpilih direncanakan pada Rabu, 2 Februari 2017. Terkait hal tersebut, kita menggelar rapat dengan Pemkab Simalungun untuk membahas berbagai hal yang perlu dipersiapkan,” bebernya.

Sebelumnya pada 22 Februari 2016, Amran Sinaga menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Simalungun untuk dilakukan eksekusi atas putusan MA yang menyatakan dia bersalah dalam kasus tindak pidana terkait penerbitan izin lokasi kawasan hutan di Silou Kahean, Kabupaten Simalungun. Dia sempat menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Pematangsiantar.

Dalam amar putusan kasasi tanggal 22 September 2014, majelis hakim yang diketuai Artidjo Alkostar menjatuhi Amran Sinaga dengan hukuman empat tahun penjara. Hukuman ini lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum yakni lima tahun penjara.

Amran Sinaga terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan sebagai pejabat yang berwenang menerbitkan izin tidak sesuai dengan tata ruang.

Amran Sinaga dieksekusi hanya 11 hari setelah KPU Simalungun menetapkan dia dan calon Bupati JR Saragih sebagai peraih suara terbanyak Pilkada Simalungun. Meski telah menyerahkan diri ke Kejaksaan, Amran tetap menempuh upaya hukum luar biasa.

Belakangan, MA mengabulkan PK yang diajukannya. Amran Sinaga pun bisa menghirup udara bebas pada 9 September 2016 setelah sekitar enam bulan mendekam di balik jeruji besi.

(fidel)

Berikan Komentar