Pengungsi Sinabung Curhat ke Gubsu, Pandam dan Kapolda

oleh -344 views

garudaonline, Tanah Karo | Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Tengku Erry Nuradi bersama Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung dan Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Tanah Karo, Kamis (3/11/2016).

Kesempatan itu dimanfaatkan warga dan para pengungsi Sinabung untuk menyampaikan keluh kesah mereka. Warga curhat ke Gubsu, Pangdam dan Kapolda melalui dialog interaktif yang digelar di Pendopo Bupati Karo.

“Beberapa hari ini erupsi sehinga gagal panen. Kami mohon bantuan bibit, pupuk dan kami berharap perhatian untuk anak sekolah di sini,” keluh Sastrawan Ginting, Desa Namanteram yang mewakili pengungsi.

Mendengar keluhan warga, Gubsu langsung merespon. Orang nomor satu di Sumut ini langsung meminta data desa mana saja yang kena dampak erupsi Gunung Sinabung. Tujuannya agar pihaknya dapat menyalurkan bibit sesuai permintaan warga tadi.

“Sebenarnya, pemerintah terus melakukan bantuan-bantuan baik berupa bibit maupun beasiswa walaupun jumlah belum banyak. Coba didata, desa mana saja yang terkena dampak, agar kami bisa menyalurkan bibit,” pinta Gubsu.

Sementara itu, Pangdam I/BB punya program percontohan berada di Siosar. Cara menanam strawberri dan kentang.

“Saya berharap pemda siapkan bibit. Ke depannya kalau pengungsi sudah punya lahan baru bisa lagi menanam jeruk atau kopi. Yang paling penting kita cari tempat hunian tetap.

Pemkab Karo cepat-cepat bertindak, ikuti kearifan lokal mereka jangan dipaksa. Tolong imbau masyarakat jangan masuk dulu ke zona merah, tahan diri,” pesan Pandam ke warga pengungsi.

Mewakili para pelajar, Yovita Sari br Tarigan, pelajar SMA 1 Tanah Karo memohon dukungan untuk meningkatkan pelajaran, peningkatan besiswa, pembuatan taman-taman belajar.

Lalu mewakili Tokoh Agama, Pdt Sastra Ginting menyampaikan keluhan terkait peredaran narkoba dan judi yang sangat marak di Tanah Karo.

“Kami sudah melaksanakan deklarasi anti-judi di Tanah Karo. Kami rindu bersihkan rumah kita masing-masing terhadap judi, narkoba. Bantu kami, kami rindu Tanah Karo bebas dari judi dan narkoba.

Mendengar keluhan itu, Pangdam I/BB langsung menjawab, ‘Saya setuju, pak. Kalau ada tentara yang nggak benar di sini, SMS saya, pak. Pasti saya tindak,” tegas Pangdam.

Sedangkan, Kapolda Sumut dalam kesempatan itu mengatakan bahwa kedatangannya bersama Gubsu dan Pandam untuk menyelesaikan permasalahan secara terpadu.

“Kedatangan kami bertiga ingin menyelesaikan permasalahan secara terpadu. Oleh karena itu, kami datang untuk mendengar secara langsung permasalahan ini. Masalah pengungsi juga kita tangani secara komperhensif, baik fisik maupun kondisi mentalnya. Yang bisa diberikan polisi menguatkan mental anak-anak kita.

Kami ingin melihat langsung apakah TNI Polri bekerja dengan baik di sini. Karena 2 hari yang lalu diberita, masyarakat masuk ke zona merah tanpa ada penjagaan dari aparat.

Masalah narkoba, judi masalah sosial. Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda untuk mencegah. Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Kuatkan warga kita sehingga warga kita punya daya cegah, daya tangkal dan daya lawan terhadap narkoba,” ujar Kapolda.

Terhadap anggota Polri yang terlibat narkoba, sambung Kapolda, pihaknya juga menindak tegas melalui PTDH.

“Menangani narkoba lebih berbahaya dari menangani terorisme. Kalau pelaku terorisme tidak mungkin ia mau menyogok polisi, tapi pelaku narkoba selalu berusaha menyuap Polisi. Narkoba musuh kita bersama,” pungkas Kapolda. (g/01)

Berikan Komentar