Polres Asahan Sita Truk Bermuatan Kayu Ilegal

oleh -1.565 views
Truk tronton bermuatan kayu bulat tanpa dilengkapi dokumen (ilegal) disita personel Unit Tipidter Polres Asahan dan petugas Polisi Kehutanan UPT Wilayah III Kabupaten Asahan

garudaonline, Asahan | Personel Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Asahan bersama Polisi Kehutanan UPT Wilayah III Kabupaten Asahan menyita truk tronton bermuatan kayu bulat tanpa dilengkapi dokumen (ilegal).

Selain itu, petugas juga mengamankan dua orang tersangka terdiri dari sopir dan kernet. Mereka adalah, Suryono (39), sopir, warga Desa Dolok Maraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun dan Didik Sumitra (29), kernet, warga Jalan Pondok Sayur, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar.

Kasatreskrim Polres Asahan, AKP Bayu Putra Samara SIK menjelaskan, penangkapan kayu hasil hutan yang tidak dilengkapi dokumen itu dilakukan di Kilang Kayu UD Bina Surya Desa Air Teluk Hessa, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan.

“Pada Kamis (27/10/2016) sekira 05.30 WIB, kita mendapat informasi adanya kayu hasil hutan yang berada Kilang Kayu UD Bina Surya yang akan dibongkar muat. Berdasarkan informasi tersebut, kita langsung melakukan pengecekan bersama petugas Polisi Kehutanan,” kata Bayu.

Pada saat dilakukan pengecekan dokumen, sambung Bayu, sopir memperlihatkan dokumen kayu berupa SKSHH online dan dilakukan pengecekan dengan aplikasi handphone bahwa barcode yang ada di dokumen tersebut hasilnya sudah dipakai dan tidak berlaku.

“Untuk itu, sopir dan kernet berikut truk bermuatan kayu hasil hutan itu kita bawa ke Mapolres Asahan. Adapun barang bukti yang disita, 1 unit truk tronton BK 9971 FR bermuatan kayu bulat sebanyak 23 toal, 1 lembar dokumen surat keterangan sah hasil hutan kayu (SKSHH) nomor : KB.A.0940103 yang diduga palsu.

Tindakan yang telah kita lakukan lengkapi mindik, periksa saksi-saksi, dan sita barang bukti. Untuk selanjutnya, kita akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka, periksa saksi ahli dan lengkapi berita pemeriksaan untuk segera dikirim ke jaksa penuntut umum (JPU),” papar mantan Kanit Tipidter dan Pidum Satreskrim Polrestabes Medan itu.

Dalam kasus tersebut, tambah Bayu, pihaknya menerapkan Pasal 83 ayat (1) huruf b yo pasal 88 ayat (1) huruf b dari UU RI No 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. (g/01)

Berikan Komentar