Stok Darah di Sumut Berkurang

oleh -355 views

garudaonline – Medan | Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di sejumlah Kabupaten/kota di Sumut hingga kini masih sering kekurangan stok darah. Untuk menyiasati hal tersebut, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meminta dukungan kepada Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) agar dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan stok darah di daerah.

“Kita minta dukungan agar di daerah bisa ada solusi tentang ketersedian darah. Supaya pasien-pasien di daerah tidak mendapat kesulitan mengenai persoalan darah lagi,” ungkap Kepala Divre Regional I BPJS Kesehatan Sumut-Aceh, Ferry Aulia diwakili Kepala BPJS Kesehatan Medan Sudarto, Senin (7/11/2016).

Sudarto mengatakan, yang memiliki wewenang untuk mengatur soal darah ini tentunya adalah Dinas Kesehatan. Sementara BPJS kesehatan kata dia, sifatnya hanya sebagai pengguna saja.”Dinas kesehatan dapat mengkoordinasikannya ke rumah sakit yang ada. Karena wewenang kordinasi ada di Dinas bukan di kita,” sebutnya.

Sementara itu, plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama mengakui bahwasanya memang selama ini ada keluhan mengenai kekurangan darah yang terjadi di daerah. Namun katanya lagi, untuk darah, di daerah juga ada Palang Merah Indonesia (PMI) yang bertugas untuk menyediakan stok darah.”Unit Transfusi Darah kan tidak boleh di rumah sakit, jadi wewenang PMI. Sedangkan untuk kebutuhannya, juga ada di bank darah rumah sakit pemerintah,” terang Agustama.

Begitupun, Sekretaris Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) dr Imelda L Ritonga mengakui bahwasanya persoalan kekurangan kebutuhan darah di daerah memang menjadi persoalan.Namun begitu, untuk di Kota Medan persoalan darah ini masih terpenuhi. “Di daerah memang untuk darah masih kekurangan, beda dengan di Medan. Kalau di Medan ketersediaannya masih bisa selalu terpenuhi,” jelasnya. (BS)

Berikan Komentar