Urus Dokumen di Disdukcapil Sergai Cuma Butuh Waktu 1 Jam

oleh -3.171 views
Warga sedang mengurus berbagai dokumen di kantor Disdukcapil Sergai, Senin (31/10/2016)

garudaonline, Sergai | Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Serdangbedagai (Sergai), Sumut bakal membuat gebrakan baru dalam memberi pelayanan cepat kepada masyarakat dengan menerapkan penggunaan teknologi informasi berbasis internet.

Salah satunya dengan memberikan pelayanan secara online di Disdukcapil untuk mengurus pembuatan akta kelahiran dan dokumen kependudukan lainnya hanya dalam waktu satu jam.

“Kita akan launching pelayanan dokumen kependudukan, seperti, akte kelahiran, surat pindah dan lainnya dengan waktu satu jam,” bilang Kadis Dukcapil Sergai, Fitriadi S.Sos, Msi, Senin (31/10) pagi tadi di kantornya, Kompleks Kantor Bupati, Sei Rampah.

Menurutnya,peningkatan pelayanan yang diluncurkan sejalan dengan program yang telah lain, diantaranya, pembuatan akta kelahiran bagi bayi yang baru dilahirkan ini bebas biaya apa pun atau dikenal dengan program PAK BEBI.

Menurutnya, upaya inovasi tersebut adalah upaya peningkatan menuju pelayanan yang semakin tertib dan lancar. Perbaikan Administrasi Kependudukan lebih dahului dengan peningkatan ketertiban karena produk layanannya adalah dokumen resmi (dokumen yang mempuyai kekuatan hukum).

“Pelayanan ini diharapkan dapat memberikan kepuasan masrakat ditunjang dengan upaya mempercepat proses, agar produk yang dihasilkan secara proses dapat cepat selesai tetapi benar (tertib) sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Jadi inovasi untuk kelancaran tetapi tertib sesuai ketentuan  tetap menjadi pertimbangan utama,” terang Fitriadi.

Pemkab Serdang Bedagai sejak tahun 2014 telah menggratiskan seluruh pelayanan administasi kependudukan. Fitriadi menceriterakan kisah yang cukup menarik perhatiannya, beberapa waktu lalu, dimana pada waktu  stafnya menyelesaikan pelayanan dokumen dan diserahkan kepada warga, tiba-tiba terjadi keributan.

“Ternyata setelah saya tanyai, warga yang mengurus memberikan uang Rp20 ribu, namun oleh staf pemberian uang itu ditolaknya karena takut dikatakan pungli,” kata Fitriadi.

Terobosan lain yang akan dilakukan Disdukcapil Sergai guna mempercepat pelayanan publik adalah dengan mendatangi kecamatan yang jauh dari kabupaten ataupun yang tidak memiliki signal wifi, sehingga pada saat kadis berada di kecamatan dokumen langsung bisa selesai.

“Soal ini memang ada kendala tekhnis, misalnya saat saya berada di kecamatan tentunya pelayanan di dinas yang butuh tanda tangan menunggu. Pastinya, setelah kembali ke kantor maka dokumen akan selesai setelah kembali atau paling lama besoknya,” ungkapnya.

Langkah selanjutnya yang dilakukan guna mempercepat pelayanan dokumen prosesnya cuma satu jam, ruangan administrasi dijadikan ruang pelayanan.

“Dengan ruangan yang lebih luas, tentunya warga pemohon dokumen semakin banyak yang dapat dilayani,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang sedang mengurus kartu keluarga mengaku pelayanan dokumen di kantor tersebut lebih cepat dan tertib.

“Lebih cepat dan tertib,” kata Mukhlis (45) warga Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan. (g/d/15)

Berikan Komentar