Survey Indopol: Di Sumut Elektabilias Prabowo-Sandi Di Bawah Jokowi-Maruf

oleh -1.136 views

garudaonline, Medan: Lembaga Survey Indopol melakukan survei tentang peta kekuatan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Sumatera Utara (Sumut) menjelang Pemilu 2019. Hasilnya elektabilitas pasangan Jokowi-Maruf Amin masih unggul jauh dibanding dengan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno.

Direktur Eksekutif Indopol, Ratno Sulistiyanto mengatakan penelitian ini dilakukan dengan metode survei yang dilaksanakan mulai 24 Oktober hingga 15 November 2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara multistage random sampling. Margin error sekitar 3,2 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Jumlah responden sebanyak 1.000 orang, yang berasal dari berbagai kalangan seperti petani, wiraswasta, ibu rumah tangga, tidak bekerja, karyawan perusahaan, nelayan, PNS, perkebunan, guru/dosen dan lainnya. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka,” kata Ratno Sulistiyanto, Kamis 29 November 2018.

Ratno mengatakan dari survey yang dilakukan, hasil akhir menunjukkan bahwa tingkat elektabilitas Jokowi-Maruf Amin mencapai 55,99 persen masih jauh unggul dibanding dengan elektabilitas Prabowo-Sandiaga Uno yakni 34,83 persen. Sementara 9,18 persen tidak memberikan jawaban.

“Tingginya elektabilitas Jokowi-Maruf di Sumut, salah satunya disebabkan penilaian publik yang baik terhadap kebijakan Jokowi terutama dalam pemerataan pembangunan maupun terkait pribadinya yang dinilai sebagai sosok yang sederhana,” ujarnya.

Ratno menambahkan pasangan Jokowi-Ma’ruf memiliki basis dukungan di 21 kabupaten/kota yakni Asahan, Dairi, Deliserdang, Karo, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Samosir, Serdangbedagai, Simalungun, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Gunungsitoli, Pematang Siantar, Langkat, Tebingtinggi, Batubara, Humbang Hasundutan, Medan dan Tanjungbalai.

“Sementara pasangan Prabowo-Sandi memikili basis dukungan hanya di 12 kabupaten/kota umumnya di wilayah bagian selatan Sumut yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Mandailing Natal, Padanglawas, Padanglawas Utara, Pakpak Barat, Tapanuli Selatan, Binjai Padangsidimpuan, Sibolga dan Tanjungbalai,” paparnya.

Selain itu, berdasarkan profesi pekerjaan, pasangan Jokowi-Ma’ruf banyak didukung oleh kalangan petani yakni sekitar 73,01 persen. Sementara profesi pedagang dan ibu rumah tangga, kedua pasangan capres-cawapres saling berebut sehingga selisihnya tidak terlalu besar.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi Sandiaga Uni berkunjung ke pasar-pasar dan mendekati kaum emak-emak cukup efektif. Selain itu pasangan Jokowi-Ma’ruf banyak didukung oleh kalangan guru/dosen yakni 58,82 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 29,41 persen,” ungkapnya.

Menurut Ratno masyarakat yang sudah mantap dengan pilihannya sekitar 77,05 persen dan yang mungkin berubah pilihan sekitar 11,23 persen. Artinya masyarakat Sumut sudah hampir final dalam menentukan sikap politik di Pemilu 2019 nanti.

“Begitupun dengan margin of error 3,2 persen, keterpilihan Jokowi-Ma’ruf 55,99 persen itu sebenarnya belum aman memenangkan pemilihan di Sumut salah satunya disebabkan Prabowo adalah penantang Jokowi yang kedua kalinya. Artinya Prabowo akan belajar dari kekalahan tahun 2014 dengan menghitung detail sekali dalam strategi pemenangannya baik terkait isu, tim sukses, basis wilayah hingga finansial,” bebernya. (voshkie)

Berikan Komentar