Tak Ingin Indonesia Berwajah Orba, Aktivis 98 Tolak Prabowo

oleh -584 views

garudaonline, Jakarta: Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Rumah Gerakan 98 mendeklarasikan gerakan melawan kembali ke zaman Orde Baru melalui tagar #LawanOrde Baru jelang pemilihan presiden tahun 2019.

Deklarasi yang dihadiri oleh eks aktivis tahun 1998 dan dan puluhan relawan yang tergabung dalam Rumah Gerakan 98 digelar di Gedung Joeang 45, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/10).

Ketua Umum Rumah Gerakan 98 Bernard Ali Mumbang Haloho mengatakan pihaknya menolak Indonesia dibawa kembali seperti zaman Orde Baru jelang Pilpres.

Sebab, kata dia, aktor-aktor lama simpatisan Orde Baru kini secara terang-terangan ingin mengembalikan situasi politik di Indonesia seperti zaman Orde Baru dengan memanfaatkan Pilpres 2019.

“Warisan semu Orde Baru kini dijadikan komoditas politik kepada para pemilih, masyarakat harus kembali disegarkan ingatannya mengenai kekejaman Orde Baru dan Soeharto,” kata Bernard.

Tak hanya itu, Bernard turut menolak Calon Presiden nomor urut 01, Prabowo Subianto untuk terpilih sebagai presiden di Pilpres 2019.

Ia menyatakan bahwa Prabowo merupakan salah satu aktor Orde Baru yang memiliki rekam jejak pelanggaran HAM berat masa lalu.

“Oh iya [menolak Prabowo]. Karena dia harus bertanggung jawab terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan karena itu rekomendasi daripada Komnas HAM,” kata Bernard.

Tak hanya itu, mantan aktivis Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) itu menilai Prabowo merupakan sosok yang ingin mengembalikan Indonesia seperti ke zaman Orde Baru yang otoriter.

Salah satu potensi disebut terlihat ketika Prabowo pernah memarahi wartawan soal Reuni Aksi 212 sehingga berpotensi membelenggu kebebasan pers ketika menjabat.

“Hari ini [Prabowo] sudah mengarah ke Orba [Orde Baru], tak ada tempat bagi Orba di bumi indonesia, ketika mereka merebut kembali, maka akan terjadi rezim otoriter,” kata dia

Guna mengantisipasi hal itu, Bernard mengingatkan kepada para elit politik untuk tidak sekali-kali memiliki keinginan untuk kembali kepada Orde Baru.

Ia pun berencana bakal mengkampanyekan tagar #LawanOrba di beberapa daerah dan di media sosial.

“Tentunya kita akan mengkampanyekan perlawanan terhadap Orde Baru. Dan ini akan kita masifkan di setiap kota, dan kita akan deklarasi di Banten, Bandung, Medan, Makassar, akan ada kegiataan kita untuk selalu menyuarakan itu,” katanya.

Sebelumnya, beberapa kali kubu capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkit keberhasilan Soeharto. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan jika Prabowo-Sandi terpilih, pihaknya akan mengusung semangat swasembada pangan yang pernah dilakukan Soeharto.

Tak hanya itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto melalui akun media sosial Twitter berharap Indonesia kembali seperti era kepemimpinan Soeharto yang dianggap sukses dengan swasembada pangan.

“Sudah cukup… Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia,” demikian kicauan Titiek lewat akun media sosial Twitter @TitiekSoeharto. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar