Tak Puas dengan Festival Danau Toba 2018, Kadis Pariwisata Dairi Bakal Helat Acara Serupa

oleh -728 views

garudaonline, Dairi: Perhelatan Festival Danau Toba 2108 memang telah beraakhir. Akan tetapi perhelatan tahunan yang diadakan di Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, pada 5-8 Desember ini menyisakan rasa ketidak puasan bagi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Dairi, Leonardus Sihotang.

Dia menuturkan, pelaksanaan FDT di Samosir adalah yang terbaik dan setelah itu terus mengalami penurunan kualitas dari tahun ke tahun. Karena itu, setelah daerahnya menerima estafet pada tahun lalu, dia tidak ingin FDT 2018 digelar dengan kualitas yang rendah sehingga berharap persiapan yang panjang.

“Saya gak mau persiapan dua bulan, tiga bulan, tapi harus satu tahun,” ujarnya di lokasi acara penutupan FDT 2018 di lapangan Desa Silalahi II.

Pada awal tahun, jelasnya, mereka diminta Pemprov Sumut untuk membuat konsep FDT 2018, tetapi setelah disusun, tidak mendapatkan respon. Bahkan dalam pelaksanaannya selama empat hari ini, dia mengaku tidak tahu pihak mana yang mengonsep FDT 2018, secara umum.

“Dua bulan lalu saya sudah minta dibatalkan, kalau cuma sekedar gitu-gitu aja,” ungkapnya.

Dia minta agar dibatalkan karena ingin FDT 2018 bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga harus digelar acara-acara yang menarik.

“Bagaimana mendatangkan orang kalau acaranya tidak menarik? Jangankan orang luar, orang sini aja enggak mau nonton. FDT tidak bisa diharapkan hanya dikunjungi oleh warga setempat,” katanya.

Dalam konsepnya, Pemkab Dairi ingin acara-acara yang digelar dapat mendatangkan pemasukan daerah. Caranya adalah dengan membuat event-event yang menarik sehingga menyedot kunjungan banyak orang.

Setelah itu, pengunjung perlu dikondisikan untuk singgah lebih lama, yakni dengan cara membuat event-event yang tersebar, tidak menumpuk di satu lokasi. Dengan begitu, tidak cukup satu hari bagi pengunjung untuk melihat acara-acara sehingga harus menginap.

Dengan konsepnya juga, Disparbud Dairi ingin agar masyarakatnya benar-benar merasakan bwrada di daerah wisata, mendapat sesuatu dari event ini. Tidak seperti yang terjadi selama empat hari ini, mereka yang berjualan banyak yang rugi dan tidak banyak jasa-jasa yang bisa dikelola.

“Provinsi tetap bertahan dengan model-model begini, makanya saya tidak mau ikut acara (penutupan) ini. Saya dipanggil tapi tidak mau (hadir dalam acara) karena sudah marah sekali,” ujarnya.

Karena itu juga, dia sudah berencana Disparbud Dairi menggelar sendiri event serupa setelah FDT ini untuk menunjukkan kepada berbagai pihak, termasuk Pemprov Sumut, konsep acara yang lebih tepat digelar di kawasan Danau Toba.

Yakni dengan mengedepankan keunikan dan keindahan alam kawasan Danau Toba serta aktivitas-aktivitas air. (dfnorris)

Berikan Komentar