Tanggapi Usul PSI Soal Debat Antar Parpol, Andi Arief: Sebaiknya Partai Nol Koma Berdebat dengan Partai Nol Koma

oleh -402 views

garudaonline, Jakarta: Terkait wacana debat antar partai politik yang dihembuskan oleh ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie di Medan pada beberapa waktu lalu, Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menyatakan siap berdebat dengan PSI. Bahkan Demokrat menurutnya siap meladeni debat selama tujuh hari tujuh malam.

Pernyataan Andi tersebut menanggapi iktikad PSI yang mendambakan KPU tak hanya mengadakan debat capres-cawapres, melainkan juga debat antarparpol peserta Pemilu 2019.

“Kalau PSI mau berdebat dengan Partai Demokrat, kader kami Jansen Sitindaon siap berdebat 7 hari 7 malam dengan segala topik di kantor PSI,” tutur Andi melalui pesan singkat kepada awak media, Sabtu (23/3).

Tak hanya dengan PSI, Andi menegaskan siap berdebat dengan partai mana pun. Ia bahkan menilai debat antarparpol merupakan usul yang bagus.

Namun, menurutnya, lebih baik KPU hanya menggelar debat antarparpol yang telah memiliki elektabilitas di atas 2 persen berdasarkan survei Litbang Kompas terbaru. KPU dinilai tak perlu mengakomodir debat parpol dengan elektabilitas di bawah 1 persen.

Merujuk dari hasil survei Litbang Kompas, parpol yang memiliki elektabilitas di bawah 1 persen antara lain PKPI, Garuda, Hanura, PBB, dan PSI.

“Karena waktu tidak memungkinkan saya usul partai nol koma berdebat dengan nol koma. Adapun yang dua koma ke atas boleh digelar KPU. Namanya pra-kualifikasi,” tutur Andi.

Sebelumnya, usulan debat antarparpol peserta Pemilu 2019 disampaikan Ketua Umum PSI Grace Natalie. Menurutnya, publik masih membutuhkan informasi mendalam mengenai 16 parpol yang berkontestasi dalam Pileg.

“Agar publik bisa menilai kualitas dari partai yang akan mereka dukung. Bagi kami, debat ini penting untuk memastikan kualitas DPR mendatang tidak lebih buruk,” tutur Grace di Medan, Sumatera Utara pekan lalu.

Juru Bicara PSI Azmi Abubakar kemudian mendatangi kantor KPU untuk memberikan usul tersebut secara langsung kepada komisioner. Sejauh ini, KPU masih membahas usul tersebut.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan perlu mengatur waktu dan anggaran jika mengakomodir usul PSI. Ia pun berjanji membicarakan hal tersebut bersama KPU dalam rapat pleno.

“Nanti saya sampaikan dalam rapat pleno. Saya tidak bisa janjikan akan dijalankan kapan. Nanti kita bahas dulu,” tutur Arief di kantor KPU , Jakarta, Jumat (15/3).(CNN/dfn)

Berikan Komentar