Tarif Jasa Pengiriman Melonjak, KPPU Duga Ada Persaingan Usaha

oleh -631 views

garudaonline, Medan: Tarif jasa pengiriman barang via transportasi udara dari Medan-Jakarta melonjak.

Hal ini membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan turun tangan dan segera menyelidiki dugaan persaingan usaha tidak sehat pada bisnis ini.

KPPU Medan masih mengumpulkan data terkait kenaikan harga surat muatan udara yang diberlakukan 4 maskapai penerbangan. Dalam 4 bulan terakhir tarif jasa itu sudah naik hingga 300 persen, dari Rp 4.000 per Kg menjadi Rp 12.000 per Kg.

Jumat (18/1), KPPU Medan memanggil para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) wilayah Sumut. Mereka berdialog di kantor perwakilan daerah KPPU di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Pengurus Asperindo Sumut membenarkan adanya kenaikan harga surat muatan udara hingga 300 persen. Kenaikan itu semakin besar untuk produk pertanian dan hasil laut yang dikenai tambahan harga sebesar 50 persen.

Kebijakan 4 maskapai itu memaksa perusahaan  menaikkan tarif jasa pengiriman ke Jakarta. Akibatnya pengiriman barang, terutama produk pertanian dan hasil laut dari Sumut ke daerah lain pun menurun.

“Kenaikan harga surat muatan udara berdampak pada masyarakat pengguna jasa dan pembeli barang. Jika harga pengiriman kargo naik 200 persen maka harga barang di Sumatera Utara akan ikut naik juga.
Karena ada biaya tambahan 50 persen untuk harga produk pertanian maka harga barang juga ikut mahal. Itulah kenapa harga di produsen murah tapi di pedagang mahal,” ujar Ramli ST Simanjuntak, Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Medan.

Pihak Asperindo Sumut berharap harga surat muatan udara segera diturunkan. Jika tidak juga ada perubahan hingga 3 bulan ke depan, perusahaan terpaksa melakukan efisiensi.

“Tiga bulan ke depan jika tidak ada perubahan dan customer sudah hampir 50 persen tidak menggunakan airline lagi, otomatis akan ada PHK. Kami tidak sanggup bertahan lebih dari 3 bulan,” sebut Iskandar Zulkarnain, Wakil Ketua Asperindo Sumatera Utara.

Dalam hal ini KPPU juga menghimpun informasi mengenai dugaan persaingan usaha tidak sehat pada bisnis jasa pengiriman barang yang dilakukan salah satu anak perusahaan penerbangan. Perusahaan ini menerapkan harga jasa pengiriman barang yang tidak normal, jauh lebih murah.

KPPU telah mendapatkan informasi awal mengenai dugaan diskriminasi harga yang perbedaan tarif. Anak perusahaan penerbangan itu ditengarai mendapatkan harga lebih rendah dari perusahaan lain.
“Di sisi lain ada perusahaan jasa pengiriman yang dikuasai perusahaan tertentu dari door to door sampai port,” ucap Ramli.

Sementara pihak Asperindo berharap KPPU dapat menghapus diskriminasi harga itu. “Kami mengharapkan tidak ada anak tiri dengan anak kandung antara sesama pengguna airlines, mudah-mudahan ke depan tarif yang dikenakan pada agen SMU atau kargo yang menggunakan penerbangan itu sama semuanya tidak boleh dibeda-bedakan, intinya karena ada pemberian perbedaan harga,” harap Iskandar. (dfnorris)

Berikan Komentar