Tekan Ekploitasi Hewan, Inggris Larang Perdagangan Anjing dan Kucing di Petshop

oleh -550 views

garudaonline, Jakarta: Inggris bakal melarang pembelian hewan peliharaan anak anjing dan kucing di petshop. Kebijakan ini dikeluarkan untuk menekan tindak eksploitasi hewan.

Aturan tersebut muncul setelah pemerintah mendapatkan 95 persen dukungan untuk larangan tersebut. Rencananya, aturan itu bakal diluncurkan pada 2019 mendatang.

“Artinya, siapa pun yang ingin membeli atau mengadopsi anak anjing dan kucing di bawah enam bulan, harus membawanya langsung dari peternakan atau pusat pemeliharaan hewan,” tulis pernyataan Departemen Lingkungan Pangan dan Urusan Pedesaan Inggris, melansir AFP.

Aturan baru itu diklaim bakal membantu mengakhiri kondisi kesejahteraan hewan yang mengerikan, baik di peternakan atau di mana pun.

Kepala Rumah Anjing Battersea, London, Claire Horton, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, aturan itu dapat menjadi awal yang tepat untuk memastikan kesejahteraan hewan.

Britain’s People’s Dispensary for Sick Animals (PDSA) mencatat, setidaknya 49 persen orang dewasa Inggris memiliki satu hewan peliharaan pada 2018.

Populasi kucing sendiri diprediksi mencapai 11,1 juta ekor, anjing sebanyak 8,9 juta ekor, dan 1 juta kelinci.

Dalam beberapa bulan terakhir, Inggris telah menelurkan sejumlah inisiatif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hewan. Sejumlah aktivis berharap langkah tersebut diikuti negara-negara Eropa lainnya.

Sebelumnya, Inggris melarang petshop berlisensi untuk menjual anak anjing dan kucing di bawah usia delapan minggu. Selain itu, Inggris juga mewajibkan semua petshop memiliki lisensi yang terdaftar legal. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar