Telan Pil Penggugur Kandungan, Seorang ART Meregang Nyawa di Rumah Majikan

oleh -304 views

garudaonline, Medan: Seorang perempuan yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga tewas di rumah majikan, jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sabtu (9/3/2019). Tak hanya itu, di sebelahnya juga ditemukan janin yang diperkirakan berumur 7 bulan.

Cerita tragis ini bermula saat Silvia (majikan) memanggil korban yang bernama Yariba Laia (21). Seperti biasa korban yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu setiap hari bangun pukul 06.00 WIB

Namun saat dipanggil berkali-kali korban tak kunjung keluar dari kamarnya. Silvia curiga dan segera mendatangi kamar korban.

Namun Silvia agak terkejut ketika melihat ada darah mengalir dari celah pintu kamar korban. Silvia pun sempat bertanya mengapa ada darah. Korban menjawab itu adalah darah menstruasi. Tapi korban malah tak membuka pintu kamarnya.

Lalu muncul niat Yopi (suami Silvia) untuk mendobrak pintu kamar korban. Namun korban segera berkata dari dalam kamar bahwa ia sedang tidak berpakaian. Akhirnya Yopi mengurungkan niatnya mendobrak pintu kamar tersebut.

Tak lama kemudian, korban membuka pintu kamar. Saat itu kondisi korban sangat lemas. Melihat korban lemas, Silvia memberikan susu. Selanjutnya asistennya itu mengaku kondisi badannya sudah mulai agak membaik

Korban minta izin pada majikannya untuk istirahat sejenak. Sang majikan pun tak ambil pusing dan mengurus keluarganya.

Beberapa jam istirahat, korban keluar kamar dan hanya mengenakan handuk sebagai penutup tubuh. Sang majikan itu pun segera membuatkan telur setengah matang untuk korban.

Saat mengantar telur ke kamar korban, Silvia tercengang melihat asistennya itu tergeletak di kamar dengan darah berceceran.

Silvia bergegas memanggil ambulan untuk membawa korban ke RS Materna. Yopi juga menghubungi petugas Polsek Medan Baru karena mereka tak berani mengangkat korban ke dalam ambulan.

Sesampai di rumah sakit, tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia termasuk anak yang ada dalam kandungannya.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing membenarkan ada seorang asisten rumah tangga meninggal berikut anak dalam kandungannya.

“Barang bukti kita temukan 3 papan obat merek S yang diduga untuk mengugurkan bayinya. Menurut medis korban meninggal karena kehilangan banyak darah. Bayi juga dinyatakan meninggal dalam kandungan korban,” tutur Martuasah.

Saat ini jenazah korban sudah dipulangkan ke keluarganya untuk disemayamkan. (dfnorris)

Berikan Komentar