Telantar, Pria Tua Penderita Stroke Dievakuasi Polisi ke Dinas Sosial

oleh -1.643 views

garudaonline – Medan | Seorang pria paruh baya hidup telantar di salah satu rumah warga di Jalan Eka Surya Gang Melati Dusun VIII Desa Kedai Durian, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Polisi pun memberikan bantuan dengan mengevakuasi pria yang bernama Samsul Bahri tersebut ke Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang.

“Sudah kita antar ke Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang dan diterima oleh Kasi Anak dan Lansia, Marsiliana Saragih. Namun karena dia (Samsul Bahri) dalam keadaan sakit, maka langsung dibawa ke RSUD Lubuk Pakam,” ujar Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna SH SIK MH.

Dikatakan, Samsul Bahri hidup telantar setelah keluarganya menolak untuk mengurusinya. Awalnya dia dititip oleh keluarganya kepada seorang warga bernama Ridoan Harahap di Jalan Eka Surya Gang Melati Dusun VIII Desa Kedai Durian.

“Pada September 2017, keluarganya bernama Nani Nasir dan Nove meminta Pak Ridoan ini untuk mengurusi Pak Samsul dengan perjanjian biaya kehidupan diberikan sebanyak Rp1.500.000 setiap bulan,” kata Wira.

Namun sampai bulan April 2017, sambung Wira, tidak ada bantuan seperti yang dijanjikan. Setelah dikonfirmasikan kepada Ibu Nani Nasir dan Nova, mereka menolak untuk memberikan bantuan dengan alasan tidak ada uang.

Karena sudah tidak sanggup lagi untuk mengurus atau merawat Samsul Bahri yang dalam kondisi stroke dan tidak dapat bicara, maka Ridoan Harahap menceritakan hal tersebut ke personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Delitua Aiptu T Karo-karo.

Kemudian Aiptu T Karo-karo mencoba membatu melalui problem solving atau penyelesaian masalah yang tengah dihadapi Samsul Bahri. Bersama Kepling VIII Desa Kedai Durian, Hidayat, Bhabinkamtibmas Polsek Delitua Aiptu T Karo-karo lantas memanggil istri pertama dan anak-anak dari Samsul Bahri.

“Pak Samsul ini ternyata sudah tiga kali menikah, namun keberadaan istri kedua dan ketiganya tidak diketahui sehingga kita panggil istri pertama dan anak-anaknya untuk sama-sama menyelesaikan masalah ini,” terang Wira.

Dalam pertemuan tersebut, tambah Wira, baik istri pertama maupun anak-anak Samsul Bahri ini menolak atau tidak mau merawat Samsul Bahri karena mereka juga tidak memiliki tempat tinggal dan tidak punya pekerjaan tetap.

“Kata istri pertama Pak Samsul ini, mereka sudah tidak serumah selama 18 tahun dan selama itu, Pak Samsul tidak pernah memberi nafkah sehingga mereka monolak atau tidak mau merawat Pak Samsul.”

“Tidak punya tempat tinggal dan tidak punya pekerjaan tetap, juga menjadi alasan mereka menolak untuk merawat Pak Sambul. Karena tidak ada lagi yang mau mengurusinya, maka Pak Samsul ini kami bawa ke Dinas Sosial Kabupaten Deliserdang,” terang Wira.

(g.18)

Berikan Komentar