Telinga Pengang Saat di Pesawat? Jangan Panik, Atasi dengan Cara Ini

oleh -607 views

garudaonline, Jakarta: Masalah yang paling sering dialami saat naik pesawat atau menyelam adalah telinga pengang atau berdengung yang kerap menimbulkan rasa sakit. Namun, tak perlu khawatir, masalah ini dapat ditangani dengan mudah.

Secara medis, telinga pengang di pesawat dikenal juga dengan otitis media akut (OMA) atau infeksi akut pada telinga bagian tengah. Gejala yang timbul berupa rasa penuh pada telinga, nyeri, berdengung, dan pengang.

“Penyebabnya karena perubahan tekanan. Kalau di pesawat terjadi saat lepas landas, mendarat, atau turun naik saat terbang. Kalau menyelam itu biasanya karena terburu-buru naik ke permukaan,” kata spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan dr Hably Warganegara dalam diskusi dengan Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Kamis (27/2).

Perubahan tekanan itu menyebabkan saluran tuba eustachius yang ada di telinga bagian tengah tertutup. Dalam waktu lama, perubahan itu dapat membuat gendang telinga memerah dan pecah.

Untuk mengatasi pengang ini, yang perlu dilakukan adalah segera membuka saluran tuba eustachius. Hably menyebut, tuba eustachius dapat terbuka dengan cara mengunyah, menelan, menguap, berbicara, dan menelan ludah.

Cobalah untuk melakukan hal ini saat lepas landas atau mendarat untuk mencegah dan mengatasi pengang. Ini pula alasan dalam setiap penerbangan selalu diberikan permen sebelum lepas landas. “Makanya diberi permen, tujuannya untuk menghindari pengang,” ujar hably

Pada kondisi yang parah, penanganan pada telinga berdengung ini juga dapat dilakukan dengan cara menyemprot hidung dengan semprotan khusus. Semprotan ini akan membuka saluran telinga yang berada tepat di belakang hidung.

OMA akan lebih berisiko pada orang yang sedang menderita batuk pilek/ISPA karena saluran hidung dan telinga sudah tertutup lebih dahulu. Mengobati batuk pilek sebelum penerbangan atau menyelam dapat dilakukan untuk mencegah telinga berdengung. (CNN/dfn)

Berikan Komentar