Temuan Obat PCC Coreng Wajah Apotek di Medan

oleh -1.996 views

garudaonline – Medan | Ketua Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumatera Utara (Sumut) Amin Wijaya mengatakan beredarnya pil Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) di Medan telah mencoreng wajah apotek di Medan. Padahal pil PCC yang beredar itu diproduksi secara ilegal atau didapat dari jalur yang tidak resmi.

“Terus terang, kita dari GP Farmasi 100 persen tidak mendukung keberadaan obat ilegal. Tapi untuk PCC itu, di luar jangkauan kita, karena produksinya ilegal,” kata Amin Wijaya, Senin 25 September 2017.

Dia menyebutkan Apotek Gunung Mas yang menjual pil PCC bukan merupakan anggota dari GP Farmasi. Apabila tercatat sebagai anggota, maka GP Farmasi Sumut memastikan untuk mengeluarkan apotek itu dari keanggotaannya.

“Sudah kita cek, ternyata apotek itu bukan anggota GP Farmasi. Dengan penemuan ini, apotek di Medan sudah dicoreng,” pungkasnya.

Amin Wijaya menambahkan secara umum apotek memperoleh obat-obatan dari jalur produsen yang legal. Selain itu, GP Farmasi secara berkala melakukan pertemuan dengan seluruh anggotanya, agar selalu memperoleh obat hanya melalui jalur yang resmi.

“Apakah ada kemungkinan apotek lain juga menjual pil PCC, kita juga sulit menjawabnya. Karenanya, kita berharap, kepada Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) bisa lebih berperan, sebab untuk pembinaan dan pengawasan peredaran obat tersebut merupakan ranah mereka,”bebernya.

Terpisah, Kepala BBPOM Medan Sacramento Tarigan, menyebutkan BBPOM Medan pernah menindak Apotek Gunung Mas di Jalan Krakatau Medan pada 2015 lantaran menjual pil PCC. Saat itu BBPOM juga menyita 15.900 tablet pil PCC dari Apotek Gunung Mas.

“Kala itupun sudah kita lakukan penindakan. Tapi ternyata mereka mengulang kembali kejahatannya. Bahkan apotek itu sudah diproses hukum. Tapi mungkin karena vonisnya waktu itu hanya berefek menggelitik, maka perbuatannya diulang lagi. Sehingga sangat wajar dilakukan penindakan lebih tegas,” ucapnya.

BBPOM juga, kata Sacramento, sudah berkordinasi dengan Gabungan Pengusaha (GP) Farmasi Sumut agar pil PCC ini tidak beredar luas di masyarakat. Apalagi pada 2014 izin pil PCC ini dicabut karena banyak disalahgunakan sejak 2000.

“Carisoprodol adalah jenis obat keras yang sempat mendapat izin edar Badan POM sebagai obat Somadril. Tetapi pada 2014 izinnya dicabut. Jadi pembelian PCC pakai resep dokter pun, tidak bisa dilayani di Indonesia, karena PCC sudah dilarang beredar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan mengungkap peredaran pil PCC di Medan. Dua orang diciduk yakni pengedar obat PCC ini Jawasdin Purba (49) warga Jalan Mandala Medan, serta Erwin (55) pemilik apotek yang tinggal di Jalan Krakatau Medan. Dari tangan kedua tersangka, disita sekitar 2000 butir pil PCC.

Pil PCC ini sudah banyak memakan korban khususnya remaja. Belum lama ini di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), lebih dari 50 orang menjadi korban dari penyalahgunaan obat PCC dan seorang di antaranya meninggal dunia. Seluruh korban dibawa ke RS Jiwa Kendari dalam waktu bersamaan karena melakukan tindakan di luar batas kewajaran, kejang-kejang hingga tidak sadarkan diri usai mengonsumsi obat PCC.

(fidel)

Berikan Komentar