Terlibat Kasus Penipuan Rp350 Juta, Eks Bupati Tapteng Diringkus Petugas

oleh -383 views

garudaonline, Medan: Personel Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 350 juta.

“Sukran Jamilan Tanjung kita tangkap usai sidang di Pengadilan Negeri Medan. Dia ditangkap atas laporan korban Sartono Manalu dalam kasus penipuan dan penggelapan,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (20/12/2018).

Nainggolan menyebutkan dalam kasus ini, Sukran menjanjikan dua proyek di Dinas Pendidikan (Disdik) Tapteng senilai Rp 5 miliar kepada korban Sartono Manalu pada 2016. Untuk mendapatkan proyek itu, korban terlebih dahulu diwajibkan menyerahkan uang (mahar) kepada Sukran sebesar Rp 350 juta.

“Korban dijanjikan sebagai pemenang tender pembangunan ruang kelas di SMP Kecamatan Lumut dan SMK di Sarudik Tapteng. Tapi, sampai waktu yang ditentukan, janji tersangka tidak terealisasi,” jelas Nainggolan.

Awalnya korban masih bersabar menunggu janji tersangka. Namun korban tak kunjung mendapat proyek itu. Korban lalu menagih uang mahar Rp350 juta yang telah dibayarkannya pada Sukran. Setiap kali ditagih, tersangka selalu menghindar. Ternyata uang tersebut digunakan Sukran untuk kepentingan pribadinya.

“Hingga akhirnya, pada September 2016, korban yang mengetahui Sukran tidak lagi menjabat sebagai Bupati Tapteng, lantas mengadukannya ke Polda Sumut pada 2 November 2018. Tersangka mengaku uang korban sudah habis digunakan untuk keperluan pribadinya. Tersangka hanya pernah sekali membayar Rp 31 juta kepada korban,” paparnya.

Seperti diketahui, Sukran sudah kali kedua ditangkap karena terjerat kasus penipuan dan penggelapan. Pada Senin 25 Juni 2018 malam, Polda Sumut menahan Sukran dalam kasus penipuan dan penggelapan sebesar Rp450 juta dengan korban Joshua Maruduttua Habeahan.

Sukran yang saat itu menjabat sebagai Bupati Tapteng menjanjikan proyek kontruksi senilai Rp5 miliar kepada korban. Setelah uang mahar Rp450 juta diberikan, korban tak kunjung mendapat proyek yang dijanjikan. Kemudian kasus itu dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Namun jaksa menangguhkan penahanan Sukran pada (25/7/2018).

Kasusnya lalu bergulir di Pengadilan Negeri Medan. Pada 18 Desember 2018, kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Sukran ini telah memasuki agenda mendengarkan keterangan saksi ahli. Kemudian, dalam kondisi tak ditahan inilah, Polda Sumut lantas kembali menangkap Sukran untuk kasus baru yakni penipuan dan penggelapan senilai Rp 350 juta. (dfnorris)

Berikan Komentar