Terlibat Penyeludupan Sabu 270 Kg, Irwan Toni Dihukum Mati

oleh -1.253 views
Irwan Toni sambil menangis bersimpuh di kaki ibunya

garudaonline – Medan | Irwan Toni terus menangis saat dijatuhi hukuman pidana mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Rabu 13 September 2017. Dia terbukti bersalah terlibat dalam penyeludupan sabu seberat 270 kg yang dipasok dari Tiongkok.

“Menjatuhkan pidana mati kepada terdakwa Irwantoni,” ucap majelis hakim yang diketuai Saryana SH dalam sidang beragenda putusan di ruang Kartika PN Medan.

Majelis hakim menyatakan Irwan Toni terbukti menyediakan lokasi penyimpanan dan membantu penyeludupan sabu seberat 270 kilogram asal Tiongkok yang dikirim melalui Malaysia. Barang haram itu rencananya akan diedarkan di Kota Medan dan Dumai.

Putusan itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana mati. Menanggapi putusan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya akan mengajukan banding.

Irwan Toni kembali berurai air mata mendengar putusan majelis hakim. Bahkan usai persidangan, lelaki ini tak henti memeluk istri dan kedua anaknya yang masih kecil serta ibu kandungnya yang turut menangis

“Kawan media mohon bantu doa ya, agar banding saya diterima, demi tuhan saya tidak tahu kalau gudang yang dicarikan itu untuk simpan sabu. Saya dituduh, semua Ayau yang mengendalikan. Mana barang buktinya kalau saya bersalah” ucapnya sembari berlinang air mata.

Dalam kasus ini, 4 orang rekan terdakwa yakni masing-masing bernama Ayau (40), Daud alias Athiam (47), Lukmansyah Bin Nasrul (36) dan Jimmi Syahputra Bin Rusli (27) telah divonis mati oleh majelis hakim.

Penyelundupan barang haram itu sendiri berawal dari pertemuan Daud alias Athiam dengan Lau Lai alias Aan alias Jecky (DPO) di Hotel CK Malaka, Malaysia, pada 17 Agustus 2015 lalu. Daud lalu bertemu dengan Ayau dan Irwantoni untuk mencari importir dan gudang di Medan.

Kemudian Daud mentransfer uang sebesar Rp55 juta ke rekening Jimmi untuk membeli mobil Carry yang akan digunakan mengangkut narkotika itu. Pada September 2015, Lukmansyah mendapat kabar dari Irwan Toni bahwa sabu asal Tiongkok akan masuk dari Malaysia menuju Medan.

Pada Oktober 2015, petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang mendapatkan informasi akan ada pengiriman sabu ke Medan dan Dumai, lalu melakukan penyelidikan. Pada 16 Oktober 2015, Jimmi dihubungi Irwantoni yang mengabarkan adanya pengiriman barang dari Dumai.

Sabu-sabu itu kemudian dibawa ke komplek pergudangan Jade Square, Jl KL Yos Sudarso Km 11,5, Kecamatan Medan Deli. Lukmansyah bertugas sebagai pengawal. Dia berada di mobil terdepan untuk memberitahukan apabila ada razia.

Sampai di gudang itu, petugas BNN melakukan penangkapan terhadap 4 orang terdakwa yang sudah divonis mati tersebut. Sedangkan Irwan Toni berhasil lolos. Namun polisi berhasil menciduk Irwan Toni saat berada dalam sebuah mobil di Kecamatan Rupat kabupaten Bengkalis, Riau.

(Fidel)

Berikan Komentar