Terminal Peti Kemas Kuala Tanjung Diuji Coba

oleh -398 views

garudaonline, Medan: PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) / Pelindo 1 melakukan uji coba pengoperasian Terminal Petikemas Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), Selasa 27 November 2018. Di tahap uji coba ini dilakukan pengapalan kargo domestik sebanyak 50 box milik PT Unilever Oleochemical Indonesia tujuan pengiriman ke Jakarta dan Surabaya.

“Melalui uji coba ini kita harap dapat menunjukkan kesiapan sarana dan prasana dalam mendukung operasional kepelabuhan. Untuk saat ini baru dilakukan pengapalan kargo domestik sebanyak 50 box. Kargo tersebut diangkut menggunakan KM Sinar Belawan yang berasal dari perusahaan pelayaran Samudera Indonesia,” kata Plt Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Moedi Utomo, Selasa 27 November 2018.

Moedi menambahkan untuk mendukung kelancaran dan kecepatan kegiatan bongkar muat KTMT, Pelabuhan Kuala Tanjung telah dilengkapi dermaga 500×60 m, trestle sepanjang 2,8 km untuk empat jalur truk selebar 18,5 m serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch.

“Selain itu, Terminal Multipurpose Kuala Tanjung juga dilengkapi infrastruktur bongkar muat modern dan canggih antara lain tiga unit Ship to Shore (STS) Crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan 2 unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair,” pungkasnya.

Menurut Moedi, Terminal Petikemas KTMT ini akan beroperasional penuh mulai Februari 2019 mendatang. Pada tahap awal, Terminal Petikemas KTMT ini diharapkan bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer setiap minggunya.

“Sudah ada sejumlah perusahaan di antaranya Unilever, Wilmar, dan P&G yang telah berkomitmen untuk melakukan ekspor dengan tujuan ke China, India, dan negara-negara di Asia melalui Pelabuhan Kuala Tanjung,” jelas Moedi.

Sementara itu, Corporate Secretary Pelindo 1, M Eriansyah menambahkan dengan beroperasinya Pelabuhan Kuala Tanjung, diharapkan menjadi hub internasional dan simpul logistik nasional yang mampu menangkap potensi pasar pelayaran di Perairan Selat Malaka yang sangat besar yaitu mencapai 100 juta TEUs per tahun.

“Selain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo 1 juga tengah meningkatkan kapasitas dan layanan di beberapa pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Malahayati, Dumai, Belawan, dan Batam untuk mendukung Program Tol Laut yang digagas oleh pemerintah,” jelas M. Eriansyah.

Terpisah, Managing Director Unilever Oleochemical Indonesia (UOI), Sai Krishna, mengatakan Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi gerbang masa depan Unilever Oleochemical Indonesia untuk menjangkau pelanggan di seluruh dunia.

“Tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi pada operasional dan logistik, pengirman dari Pelabuhan Kuala Tanjung yang terintegrasi dengan moda transportasi kereta api ini juga akan membantu UOI dalam mengurangi emisi karbon, dengan peralihan moda transportasi jalan ke moda transportasi berbasis rel,” paparnya.(voshkie)

Berikan Komentar