Terpapar Ideologi Fasis, Pelaku Aksi Terorisme di Christchurch Terinspirasi Anders Behring Breivik

oleh -56 views

garudaonline, Selandia Baru: Brenton Tarrant, pelaku penembakan di masjid Selandia Baru menggambarkan dirinya sendiri ‘sebagai orang kulit putih biasa. Sebelum dikenal sebagai pelaku penembakan, Tarrant adalah seorang pelatih kebugaran dari pedesaan di Australia.

Dia tenggelam dalam ideologi neo fasis selama perjalanannya ke Eropa. Saat berada di pengadilan, pria bersenjata di belakang pembantaian 49 orang di dua masjid Selandia Baru menunjukkan tanda kekuasaan kulit putih. Tarrant sendiri tidak masuk dalam daftar pengawasan teroris dan terlihat tak punya sejarah kriminal.

Tarrant, tumbuh di kota kecil di Grafton, bagian utara New South Wales mendapatkan kualifikasi ahli kebugaran dan olahraga setelah lulus SMA. Dia pun bekerja di gym lokal pada 2009.

Pemilik gym, Tracey Grey, menggambarkan Tarrant sebagai sosok yang rajin bekerja. Namun Grey mengatakan bahwa Tarrant terlihat berubah usai perjalanannya di Eropa dan Asia. Beberapa yang diunggah di media sosialnya adalah perjalanan ke Pakistan dan Korea Utara.

“Saya pikir sesuatu pasti sudah berubah di dalam dirinya setelah tahun-tahun yang dihabiskannya untuk bepergian ke luar negeri,” kata Gray kepada ABC, dikutip dari AFP.

“Di suatu tempat, sebuah pengalaman dan kelompok sudah menguasai dirinya.”

Spekulasi Gray didukung oleh adanya manifesto Tarrant yang penuh kebencian. Kalimat-kalimat yang penuh kebencian ini juga diunggah di media sosialnya jelang tragedi penembakan di Christchurch.

Dalam manifesto 74 halamannya, dia mengatakan pertama kali mulai mempertimbangkan serangan pada April dan Mei 2017 saat bepergian ke Prancis dan tempat lain di Eropa Barat.

Di sana dia juga menyebut bahwa dia terkejut dengan invasi imigran di kota-kota di Prancis. Selain itu dia juga merasa putus asa saat melihat pemilihan Presiden Prancis karena melihat sentris pro-Eropa Emmanuel Macron.

Dalam sketsa biografi singkat yang ada dalam manifestonya, dia menggambarkan diri sebagai orang kulit putih biasa yang lahir di Australia dari kelas pekerja, dan lahir dari keluarga berpenghasilan rendah.

Menurut laporan media, ayahnya meninggal karena kanker pada 2010 dan Gray mengungkapkan bahwa dia yakin Tarrant punya ibu dan saudara perempuan yang tinggal di Grafton.

Ditulis dalam bahasa Inggris dan bahasa Eropa Timur, ada banyak nama-nama tokoh militer bersejarah. Beberapa orang bahkan ambil bagian dalam Perang Salib, berabad-abad lalu.

Manifestonya mengatakan bahwa dia mengambil inspirasinya dari para ekstremis sayap kanan lainnya, termasuk pembunuh rasis Norwegia Anders Behring Breivik. Sosok tersebut pernah membunuh 77 orang di Norwegia pada 2011 karena kebenciannya terhadap multikulturalisme.

Tarrant juga menggambarkan Oswald Mosley, tokoh pemimpin fasis dan anti-Semit Inggris sebagai orang dari sejarah yang paling dekat dengan kepercayaannya. (CNN/dfn)

Berikan Komentar