Tewaskan 2 Terduga Pencuri Helm dengan Main Hakim Sendiri, 4 Sekuriti Unimed Ditangkap

oleh -760 views

garudaonline – Medan | Empat sekuriti Universitas Negeri Medan (Unimed) ditangkap Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Pidum Subnit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan.

Mereka ditangkap lantaran diduga melakukan tindakan main hakim sendiri yang mengakibatkan tewasnya dua orang terduga pencuri helm.

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, S.I.K., M.H membenarkan penangkapan tersebut.

“Ya betul, empat orang sudah ditangkap,” sebut Putu saat dikonfirmasi, Sabtu (23/2/2019).

Dikatakan, keempat sekuriti Unimed yang ditangkap tersebut adalah, MAP (22) warga Jalan Sutomo Ujung Gang Yahya, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, BP (18) warga Jalan Tembung Pasar IX Gang Mawar V, Kecamatan Percut Seituan, MAK (21) warga Marelan Pasar II Barat Gang Berani, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan dan FR (26) warga Jalan Pancing I Lingkungan V, Mabar Ilir.

“Mereka ditangkap di Unimed,  Jalan W Iskandar / Pasar V Barat Dusun VIII, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan ketika sedang jaga malam,” kata Putu.

“Dari penangkapan tersebut kita sita barang bukti rekaman video, pakaian sekuriti, sepeda motor korban dan satu borgol,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, sambung Putu, keempat sekuriti tersebut mengakui perbuatanya telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap kedua korban hingga tewas.

Adapun peran tersangka MAK menendang dan membawa korban atas nama Joni Pernando Silalahi (30) warga Jalan Tangkul, Medan Tembung dari portal ke Pos III.

Sementara itu peran tersangka MAP, menendang, menginjak dan memborgol kedua korban (Joni dan Stepen Sihombing, 21, warga Jalan Perjuangan, Medan Perjuangan) di portal lalu membawa korban Joni dari portal ke Pos III.

Sedangkan tersangka BP, memiting dan membenturkan kepala korban ke aspal dan tersangka FR memukuli kedua korban di Pos III.

Aksi main hakim sendiri tersebut terjadi pada Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 17.30 WIB, di Unimed, Jalan W Iskandar / Pasar V Barat Dusun VIII, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan.

Sebelum kejadian, ada seorang laki-laki melapor ke Pos Sekuriti Pintu I Kampus Unimed bahwa ada dua orang laki-laki mengambil dua helm dari sepeda motor yang terparkir dengan ciri ciri bertato.

Setengah jam kemudian, terlihat dua orang laki-laki dengan bertato akan melintas. Kemudian dihadang oleh seorang sekuriti.

“Dia (sekuriti) lalu meminta korban untuk menunjukan STNK sepeda motor, namun tidak bisa menunjukannya. Kemudian sekuriti mencoba untuk membuka bagasi sepeda motor yang diduga helm hasil curian tersebut ada di dalamnya.”

“Namun dua orang tersebut menolak dan memberontak sehingga sekuriti mencoba memborgol mereka sampai akhirnya korban meninggal dunia akibat dipukuli. Dalam kasus ini kami masih tersangka lainnya.”

“Untuk pasal yang kita persangkakan, Pasal 170 Jo 351 ayat 3, secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang mengakibatkan meninggal dunia,” terang Putu.

Berikan Komentar