Tiga Hari Ikut Pesantren Kilat, 40 Pelajar SMA di Jaksel Diajari ‘Berdemo’

oleh -1.478 views
Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum menutup kegiatan Pesantren kilat di Masjid Nur Abu Wizar, Jalan Wijaya II No 40, Jaksel.

JAKSEL PESANTREN 2

garudaonline – Jakarta | Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK MHum, Minggu (24/12/2017) sekitar pukul 11.40 WIB resmi menutup kegiatan Pesantren kilat di Masjid Nur Abu Wizar, Jalan Wijaya II No 40, Jaksel.

JAKSEL PESANTREN 3

Kegiatan Pesantren kilat yang diikuti 40 perwakilan pelajar SMA se-Jaksel tersebut digelar selama tiga hari, mulai Jumat, 22 Desember 2017.

JAKSEL PESANTREN 4

“Selama di Pesantren, para pelajar tersebut diajarkan tentang adab shalat, wudhu, adab makan dan minum, adab bersilaturahmi dengan masyarakat, adab istinja, adab tidur, adab puasa dan seluruh amal-amal Nabi Muhammad SAW dalam kehidupannya,” ujar Mardiaz.

“Selain itu, para pelajar juga dilatih untuk ‘berdemo’ pada malam hari. Demo tersebut adalah demo kepada Allah SWT melalui Shalat Tahajud untuk meminta keberkahan dan kemuliaan agar negara kita terlepas dari marabahaya.”

“Demo malam tidak menggunakan gas air mata, melainkan dengan tetesan air mata sebagai pertanda taubatan nasuha atau penyesalan diri atas dosa-dosa yang dilakukan, baik itu yang disengaja maupun tidak tidak disengaja,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Kapolrestabes Medan ini menyampaikan trima kasih yang tak terhingga kepada para pelajar yang telah mengorbankan waktu liburnya untuk kegiatan tersebut, terlebih kepada para guru dan mentor yang telah membimbing para santri selama tiga hari berturut-turut.

“Kami akan melaksanakan kegiatan ini setiap bulan dan akan membuat program khusus untuk para remaja nakal dan berandal agar ikuti pesantren kilat ini. Tujuan untuk menghindari penyebaran radikalisme di kalangan pelajar,” kata Mardiaz.

Sementara itu, para Santri Pesantren kilat tersebut mengaku senang diundang oleh Polres Metro Jaksel untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pasalnya banyak pengetahuan-pengetahuan dan amalan-amalan baru yang mereka dapatkan.

“Para Santri ini adalah pelajar-pelajar pilihan dari sekolah masing-masing yang nantinya dapat mensosialisasikan kegiatan ini kepad teman-teman pelajar lainnya,” sebut Mardiaz.

(iwan)

Berikan Komentar