Tim Prabowo Bangkitkan Ruh Orde Baru dalam Program Kampanye

oleh -435 views

garudaonline, Jakarta: Kubu calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto kerap menggaungkan keberhasilan Orde Baru. Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti menilai menggaungkan keberhasilan Soeharto berarti seolah ingin menghapuskan masa kelam di era Orde Baru.

“Mereka mau mencoba kembali menggunakan seolah-olah di zaman Pak Harto itu semua serba enak dan itu kampanye, kampanye untuk menghapuskan kekelaman masa lalu di zamannya Pak Harto itu,” kata Ray di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

Dia berpendapat menggaungkan keberhasilan Orde Baru hanya berdampak positif bagi keluarga Presiden ke-2 RI Soeharto.

“Kalau dibaca dalam konteks keluarganya Pak Harto, ini justru menurut saya keuntungan yang mereka mau capai dari pilpres ini,” kata Ray.

Dia menilai isu ini justru kontra-produktif bagi kubu Prabowo. Sebab sebagian besar masyarakat tidak setuju apabila Indonesia kembali ke masa Orde Baru.

Ray mengatakan kesuksesan Orde Baru hanya diterima sebagian masyarakat yang berusia 60 sampai 70 tahun. Namun, jumlah mereka sangat sedikit ketimbang generasi muda yang cenderung tidak setuju dengan era tersebut.

Ray menilai isu kembali ke Orde Baru tidak akan menaikkan elektabilitas Prabowo. Isu ini hanya menarget kalangan keluarga, namun justru menjauhkan dari generasi milenial.

“Kalau bagi Pak Prabowo ini antiklimaks. Kontraproduktif. Mereka nyasarnya kelompok milenial malah isunya orde baru,” katanya.

Beberapa kali kubu Prabowo mengungkit keberhasilan Soeharto. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan jika Prabowo dan Sandiaga terpilih di Pilpres 2019, maka akan mengusung semangat swasembada yang pernah dilakukan Soeharto.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto melalui akun Twitter berharap Indonesia kembali seperti era kepemimpinan Soeharto yang dianggap sukses dengan swasembada pangan.

“Sudah cukup… Sudah saatnya Indonesia kembali seperti waktu era kepemimpinan Bapak Soeharto yang sukses dengan swasembada pangan, mendapatkan penghargaan internasional dan dikenal dunia,” demikian kicauan Titiek lewat akun media sosial Twitter @TitiekSoeharto yang diunggah pada Rabu, 14 November 2018.

Menanggapi pernyataan Titiek Soeharto, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah sebelumnya juga telah mengingatkan semangat yang dibawa di era reformasi.

“Era reformasi lahir dan berjalan sampai sekarang sebagai antitesa dari kritik terhadap penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan di bawah Pak Harto selama 32 tahun yang menjalankan prinsip-prinsip kekuasaan secara otoritarian,” kata Basarah di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu (17/11). (cnn/voshkie)

Berikan Komentar