Tindak Lanjut BBM Satu Harga, Pertamina Atur Rencana Bisnis ke Pedasaan

oleh -459 views

garudaonline, Nias Utara: Sebagai tindak lanjut dari program BBM Satu Harga dan strategi distribusi korporasi, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan rencana bisnis ke pedesaan. Adapun rencana ini nantinya akan melibatkan badan usaha milik desa sebagai pihak pelaksana.

Sementara itu Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina (Persero), Mas’ud Khamid mengungkapkan, pihaknya sedang berusaha keras memperluas titik layanan yang saat ini masih sampai pada wilayah kecamatan. Pertamina kemudian bekerjasama dengan Kementerian Desa dan ditindak lanjuti dengan implementasi BBM Satu Harga di Sukabumi.

“Di sana (Sukabumi) ada 351 BUMDes dan di setiap BUMDes kami buka Perta Shop (Pertamina Shop),” ujarnya di sela-sela peresmian SPBU Kompak Pertamina Sitolu Ori dan Hibala, di Kabupaten Nias Utara, Jumat (7/12).

Dalam rencana ini, Pertamina akan mengoperasikan SPBU kecil bervolume 1.000 liter untuk menjangkau seluruh desa. Rencana akan diujicoba terlebih dahulu di Sukabumi dengan modal yang dinilainya tidak besar, cuma Rp35 juta.

Adapun besaran fee yang diberikan kepada pengelola SPBU senilai Rp800 per liter. Dan mereka memproyeksikan pada 5-8 tahun ke depan seluruh BUMDes di Indonesia sudah memiliki SPBU Mini.

Tidak hanya pendirian SPBU, mereka juga akan menawarkan produk-produk Pertamina yang lain, seperti oli dan alat pendingin AC. Bahkan mereka juga akan mendidik teknisi-teknisi di desa sehingga semua kebutuhan desa di bidang energi dan otomotif akan bisa disuplai.

BBM Satu Harga sendiri dicanangkan untuk menyasar 150 lokasi sampai 2019 dan seluruhnya berada di garis depan wilayah Indonesia. Ini merupakan salah satu penugasan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Pertamina, yang mana sepanjang 2018 sudah menyelesaikan 67 lokasi.

Adapun tugas lain yang diberikan ke Pertamina adalah migrasi dari BBM nelayan ke LPG. Penugasan ini memiliki 25 ribu kepala keluarga yang menjadi sasaran dan pada 30 November 2018 sudah tuntas dikerjakan.

Selanjutnya tugas untuk konversi minyak tanah ke LPG dengan membagikan 500 ribu paket kompor, tabung dan selang gas, dalam dua tahap. Tahap pertama sudah disalurkan sebanyak 350 ribu paket dan sisanya dialokasikan semua ke Nias, pada akhir Desember 2018.

“Pada posisi 31 Desember 2018 seluruh penugasan negara yang diberikan kepada Pertamina akan kami selesaikan,” terang Mas’ud Khamid.

Setelah proses konversi rampung, tangki minyak tanah yang nantinya kosong akan diisi dengan BBM jenis Pertamax. Pertamina juga akan membangun depo avtur di kawasan Bandara Binaka, Gunungsitoli, sehingga pesawat-pesawat yang mendarat di Pulau Nias tidak lagi mengisi avtur di tempat lain.

Dalam peresmian SPBU Kompak Pertamina Sitolu Ori dan Hibala, di Kabupaten Nias Utara, dilakukan juga penyerahan secara simbolis paket perdana konversi minyak tanah ke LPG 3 kg. (dfnorris)

Berikan Komentar