TKN Imbau BW Tak Lempar Opini dan Andalkan Drama Dicurangi

oleh -57 views

garudaonline, Jakarta: Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengimbau kepada Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW) untuk tidak sibuk bermain opini dalam proses permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di MK. Pernyataan mereka keluarkan terkait ungkapan BW yang berharap MK tidak menjadi bagian dari rezim korup.

Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily menyarankan BW untuk menyiapkan bukti terkait tuduhan kecurangan dalam Pemilihan Presiden 2019, jika kubu Prabowo-Sandi memang merasa kalah karena dicurangi.

“BW jangan sibuk bermain opini, fokus saja ke penyiapan bukti-bukti persidangan. Selama ini kubu 02 miskin dengan bukti hanya mengandalkan drama kalah karena dicurangi,” ujar Ace dalam keterangan tertulis, Minggu (26/5).

Ace menuturkan kekhawatiran BW tentang MK bagian dari rezim korup bukan pernyataan yang etis. Ia menilai pernyataan tersebut hanya upaya untuk menggiring opini terhadap MK atas gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan kubu Prabowo-Sandi.

Lebih lanjut, politisi Golkar ini juga menyesalkan keraguan BW atas kredibilitas dan integritas hakim MK. Ia menyampaikan MK adalah lembaga negara yang merdeka dan sudah teruji kemandiriannya dalam proses pengambilan putusan.

“Sehingga tidak bisa didikte oleh intimidasi opini dan juga cara-cara mobokrasi dengan tekanan mobilisasi massa yang selama digunakan kubu 02,” ujarnya.

Di sisi lain, Ace mengingatkan proses persidangan di MK berjalan dengan transparan. Semua pihak, lanjutnya dapat mengetahui argumen, dalil, dan bukti yang diangkat selama persidangan.

“Apalagi kalau sampai merekayasa saksi akan mudah diketahui publik. Di era keterbukaan seperti ini, BW masih berpikir kita hidup seperti era Orde Baru,” ujar Ace.

Terkait dengan hakim MK, ia juga mengingatkan bukan hanya dipilih oleh pemerintah. Ia berkata hakim MK juga dipilih oleh Mahkamah Agung dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Ketiga lembaga yang memilih hakim MK, lanjut Ace memiliki independensinya masing-masing.

“Mereka memilih para Hakim MK itu dengan berbagai pertimbangan dan tidak dapat dipengaruhi misalnya oleh pemerintahan, apalagi mendikte,” ujarnya.

Terkait dengan tudingan MK jadi bagian dari rezim korup, Ace juga meminta BW untuk berkaca pada diri sendiri apakah setiap orang yang dipilih dari lembaga negara itu benar-benar korup. Sebab, ia menyebut BW juga menjadi bagian dari Pimpinan KPK dipilih oleh lembaga DPR.

“Pernyataan BW menunjukkan sikap yang skeptis dan tidak percaya kepada MK. Itu preseden yang sangat buruk. Belum apa-apa sudah menuduh yang tidak-tidak. Itu sama artinya kalau dia kalah dalam gugatannya ke MK, dia akan mengatakan bahwa MK itu korup,” ujar Ace.

“Padahal bisa jadi pasangan dalam hal-hal bukti-buktinya tidak memenuhi syarat atau tidak dapat menghadirkan saksi-saksi yang meyakinkan MK,” ujarnya menambahkan.

Selain terhadap BW, Ace juga meminta Sandiaga berhenti bersandiwara karena kampanye Pilpres 2019 sudah usai.

“Sandi, berhentilah bersandiwara. Kampanye sudah usai. Jangan membenarkan apa yang disampaikan oleh Bambang Widjojanto dengan alasan kekhawatiran tentang MK bagian dari rezim korup,” ujar Ace.

Sebelumnya Bambang Widjojanto melontarkan kalimat kontroversial dalam lawatannya ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bambang hadir menyampaikan gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) pada Jumat (24/5).

Bambang ditemani oleh sejumlah kuasa hukum lain seperti Denny Indrayana, Dorel Almir, Iskandar Son Haji, Iwan Satriawan, Lutfi Yazid, dan Teguh Nasrullah.

Pada kesempatan itu Bambang dan timnya membawa 51 bukti untuk diajukan kepada hakim MK. Ia juga menambahkan bahwa mereka yakin menang dan berharap MK tidak menjadi bagian dari rezim pemerintah yang korup.

“Mudah-mudahan Mahkamah Konstitusi bisa menempatkan dirinya menjadi bagian penting, di mana kejujuran dan keadilan harus menjadi watak dari kekuasaan, dan bukan justru menjadi bagian dari satu sikap rezim yang korup,” kata Bambang. (CNN/dfn)

Berikan Komentar