Trump Tuding Korut Tak Siap Denuklirisasi, Ri Yong-ho Berang

oleh -180 views

garudaonline, Korut: Pemerintah Korea Utara membantah tak bisa memenuhi permintaan Amerika Serikat terkait denuklirisasi, sehingga membuat pertemuan kedua Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un di Hanoi, Vietnam, kemarin berakhir tanpa kesepakatan.

Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong-ho, menuturkan telah menawarkan “proposal yang realistis” dalam pertemuan tersebut.

Dia juga menuturkan Korut telah menawarkan untuk melucuti kompleks nuklir utamanya di Yongbyon sesuai permintaan, supaya AS berkenan mencabut sebagian sanksinya.

Ri membantah pernyataan Trump yang menyebut bahwa Kim Jong-un menginginkan AS mencabut seluruh sanksi internasional yang dijatuhkan kepada Korut selama ini karena senjata nuklir dan rudalnya.

“Jika AS mau mencabut klausul (sanksi) dari lima resolusi Dewan Keamanan PBB yang dapat membahayakan perekonomian dan kesejahteraan warga sipil Korut, kami bersedia melucuti situs nuklir di area Yongbyon secara menyeluruh dan permanen dan hal itu bisa diverifikasi oleh ahli AS,” kata RI dalam pernyataan yang dirilis di Hanoi.

Menurut Ri, proposal itu merupakan “langkah denuklirisasi terbesar yang bisa diambil Korut” dalam tahap ini, merujuk pada tingkat saling percaya antara AS-Korut sejauh ini.

“Sikap Korut tidak berubah-ubah dan tawaran kami tidak pernah berubah, bahkan jika AS mengusulkan lebih banyak negosiasi lagi di masa depan,” katanya.

Pernyataan langka itu dirilis Ri beberapa jam setelah pertemuan kedua Trump dan Kim Jong-un berakhir di luar rencana karena tidak berhasil menghasilkan kesepakatan bersama soal denuklirisasi.

Trump menganggap Kim Jong-un tidak siap memenuhi tuntutan AS yang meminta Korut untuk melakukan lebih banyak langkah signifikan dalam proses denuklirisasi. Salah satunya, AS meminta Korut menutup sejumlah situs nuklir dan rudal lainnya yang masih beroperasi.

Dalam jumpa pers sesaat setelah pertemuannya selesai, Trump mengatakan masalah sanksi menjadi alasan utama dia dan Kim Jong-un tak dapat mencapai konsensus dalam pertemuan kemarin.

Menurut Trump, Kim Jong-un sangat ingin sanksi-sanksi yang selama ini dijatuhkan AS dan dunia internasional dicabut.

Di saat bersamaan, Trump menyatakan Kim Jong-un tak bersedia menutup dan melucuti sejumlah situs rudal serta nuklirnya yang merupakan permintaan AS.

“Pada dasarnya mereka (Korut) ingin sanksi-sanksi dicabut sepenuhnya, tapi kami tidak bisa melakukannya,” kata Trump.

“Dia (Kim Jong-un) ingin melakukan denuklirisasi, tapi dia hanya ingin (melucuti senjata nuklir) di situs-situs dan wilayah yang tidak terlalu penting dan tidak sesuai dengan keinginan kami.

Meski begitu, Trump tetap optimistis bahwa perundingan denuklirisasi masih terus berjalan menuju hasil yang memuaskan.

“Saya lebih memilih melakukan perundingan yang tepat, dari pada perundingan yang cepat,” katanya.

Dia menuturkan sejauh ini belum ada rencana kapan dia akan kembali bertemu dengan Kim Jong-un. (CNN/dfn)

Berikan Komentar