Usai Melepas Taptu, Kapolda Sumut Hadiri Pementasan Puisi untuk Negeriku

oleh -707 views
Pementasan Puisi untuk Negeriku

garudaonline – Medan | Seusai melepas peserta Upacara Taptu dari depan Kantor Gubernur Sumut menuju Taman Makam Pahlawan Bukit Barisan, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, Rabu (16/8/2017) sekira pukul 21.00 WIB menghadiri pementasan Puisi untuk Negeriku di Lapangan Ahmad Yani, Medan.

Kapolda datang bersama Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Forkopimda, Wagubsu, Kasdam I/BB, Pangkosek Hanudnas, Wa Danlantamal, Kajati, Wali Kota Medan, Kepala BNNP Sumut, Pejabat Utama Polda Sumut, dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho dengan mengendarai bus.

Seperti diketahui, pementasan Puisi untuk Negeriku ini diselenggarahan oleh Aktivis Pemuda, Mahasiswa dan Pelajar, di antaranya berasal dari kelompok Cipayung dan BEM.

Ketua pelaksana Anggia Ramadan, menyampaikan bahwa kegiatan pembacaan Puisi untuk Negeri ini diprakarsai oleh aktivis Pemuda, Mahsiswa dan Pelajar Sumut dengan tema membangkitkan semangat Nasionalisme dikalangan pemuda pemudi dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke 72 tahun.

“Generasi muda Sumut siap bersatu untuk mengawal Republik Indonesia dan kegiatan ini akan berlanjut setiap bulan dengan kegiatan diskusi ditempat ini,” kata Anggia

Sementara Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini didukung dan disambut baik, karena berjiwa seni. Kegiatan ini sederhana, namun penuh makna.

“Kepada Mahasiswa dan Pelajar, kalian adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan memimpin bangsa ini ke depan bisa lebih baik dan apa yang jadi harapan founding father mewujudkan Negara yang adil dan makmur
In Sya’ Allah akan terwujud,” Erry.

“Tingkatkan selalu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan kalian, kehadiran kami meskipun sebentar semoga bisa bermakna dan membawa kebersamaan kita di Sumatera Utara,” harapnya.

Selanjutnya Gubsu membacakan Puisi untuk Negeri yang berjudul antara Karawang dan Bekasi, karangan Khairil Anwar dengan penuh penghayatan, sehingga pendengar larut di dalamnya.

(g.01)

Berikan Komentar