Vakum 4 Tahun, Merpati Kembali Mengudara Awal 2019

oleh -678 views

garudaonline, Jakarta: PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang berhenti beroperasi selama empat tahun terakhir dipastikan akan beroperasi kembali pada 2019, menyusul pelaksanaan restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan. Sebelumnya, Merpati berhenti beroperasi sejak 1 Februari 2014 karena kesulitan keuangan.

Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugraha mengatakan penerbangan perdana akan dilakukan tahun depan di Biak, Papua. Ke depan, Merpati tidak akan bermain di segmen maskapai penerbangan bertarif rendah (Low Cost Carrier/LCC), dan akan lebih menyasar penerbangan di wilayah Indonesia Timur dan berpotensi pula membuka rute ke luar negeri.

“Rencana perusahaan pada saat dimulainya operasi penerbangan tahun depan akan dilakukan di Biak, Provinsi Papua, yang selama ini merupakan salah satu basis utama Merpati,” ujar Asep seperti dikutip Antara, Minggu (11/11).

Sejak perusahaan tidak beroperasi, manajemen mengklaim terus membenahi persoalan internal, salah satunya menyelesaikan hak karyawan yang tidak digaji selama beberapa waktu. Dia mengaku manajemen juga terus meyakinkan pemerintah dan swasta untuk berinvestasi agar Merpati kembali beroperasi.

Menurut dia, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Keuangan, dan investor swasta menilai Merpati perlu kembali beroperasi, mengingat keberadaannya sangat dibutuhkan untuk mengimbangi maskapai swasta yang ada saat ini.

“Sudah ada investor swasta yang bersedia menanamkan Rp6,4 triliun untuk mengoperasikan kembali Merpati dan saat ini adalah momentum yang tepat untuk perusahaan berkiprah lagi di bisnis penerbangan,” kata Asep yang didampingi Direktur Utama PT Merpati Training Center Taufan Yuniar.

Dia optimistis Merpati bisa bersaing dengan maskapai penerbangan lain yang ada saat ini, mengingat pangsa pasar penerbangan di Indonesia masih terbuka luas. Nantinya, perusahaan tidak mengoperasikan penerbangan menggunakan pesawat Boeing atau Airbus, melainkan pesawat produksi Rusia.

Selama ini, pemerintah mendukung industri penerbangan dengan membangun banyak bandar udara di beberapa daerah. Terdapat pula 10 destinasi wisata yang menjadi prioritas yakni Danau Toba (Sumatra Utara), Belitung , Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika Lombok (Nusa Tenggara Barat), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

“Kami sudah belajar dari kejatuhan perusahaan dan saatnya menatap ke depan yang lebih baik. Apalagi selain pemerintah dan investor swasta yang mendukung, sudah banyak perusahaan asuransi yang ikut mendorong beroperasinya Merpati lagi,” kata Asep.

Saat ini, struktur organisasi baru Merpati sudah selesai disusun, dan pihak investor swasta memastikan tidak meminta jabatan dalam susunan struktural kepemimpinan.

Bagi pemerintah, aktivitas bisnis merpati akan berdampak positif pada peningkatan penerimaan pajak, dan penyerapan tenaga kerja. (cnn/voshkie)

Berikan Komentar