Venezuela Bergolak, Erdogan Tunjukkan Dukungan pada Maduro

oleh -549 views

garudaonline, Jakarta: Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan dukungannya bagi Nicolas Maduro di tengah kisruh kudeta setelah pemimpin oposisi, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela.

“Presiden kami memberikan dukungan Turki kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan berkata, ‘ Saudaraku Maduro! Berdiri tegak, kami berdiri di samping Anda!” kata juru bicara Erdogan, Ibrahim Kalin, melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (24/1).

Selain Turki, beberapa negara lain juga menyampaikan dukungan bagi Maduro, seperti Rusia. Meski tak secara gamblang menyatakan dukungan, Rusia mengkritik sikap Amerika Serikat yang mengakui kepemimpinan Guaido.

“Saya pikir dalam situasi yang sedang berkembang saat ini, Amerika Serikat berusaha melakukan operasi untuk mengatur revolusi warna berikutnya di Venezuela,” kata wakil ketua komite hubungan luar negeri Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Andrei Klimov, kepada kantor berita RIA-Novosti.

“Revolusi warna” merupakan istilah Rusia untuk pemberontakan populer yang menggulingkan para pemimpin di Georgia, Ukraina, dan Kirgistan.

“Saya tidak berpikir bahwa kita bisa mengakui itu – hal itu pada dasarnya, adalah kudeta,” kata anggota komite lainnya, Vladimir Dzhabrailov, seperti dikutip kantor berita Interfax.

Guaido sendiri mendeklarasikan diri sebagai presiden interim saat aksi besar-besaran yang menentang pemerintahan Maduro meluas di Venezuela.

Sebagai pemimpin Majelis Nasional, Guaido mengklaim ia memiliki kewenangan untuk mengambil alih pemerintahan Maduro, yang terpilih melalui pemilihan umum tidak sah.

Ia pun mendapat dukungan dari AS, Kanada, dan sejumlah negara Amerika Latin, seperti Brasil, Kolombia, Chile, dan Peru.

usia sendiri adalah sekutu politik utama Venezuela, dan perusahaan minyak terbesar mereka, Rosneft, banyak berinvestasi di negara-negara Amerika Selatan.

Di antara negara-negara Amerika Latin dan Amerika Selatan, ada pula yang mendukung Maduro, seperti Meksiko dan Bolivia.

“Solidaritas kami dengan rakyat Venezuela dan Nicolas Maduro di detik-detik yang menentukan ini, ketika cakar imperialisme sekali lagi mencoba mengganggu demokrasi dan kebebasan rakyat Amerika Selatan untuk menentukan nasibnya sendiri. Kami tidak akan berada di belakang AS lagi,” kata Presiden Bolivia, Evo Morales.

Seorang juru bicara untuk Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, juga mengatakan bahwa negaranya akan terus mengakui Maduro sebagai Presiden Venezuela.(CNN/voshkie)

Berikan Komentar