Warga Masih Mengungsi Pasca Banjir dan Longsor di Madina

oleh -952 views

garudaonline – Madina | Warga masih bertahan di pengungsian pasca-banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara, Kamis (8/11/ 2018). Kondisi cuaca yang masih hujan membuat warga terutama yang tinggal di bantaran sungai merasa khawatir.

“Di Kecamatan Batang Natal ada 200 KK yang bermukim di pinggir sungai. Mereka memilih mengungsi di kantor kecamatan dan balai desa,” kata M Yasir Nasution, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Jumat 9 November 2018 petang.

Yasir mengatakan sebagian warga masih mengungsi, termasuk puluhan keluarga yang rumahnya hanyut terbawa arus Sungai Batang Natal. Selain itu, sejumlah lokasi di Kecamatan Siabu juga masih digenangi air dengan ketinggian mencapai 30 Cm.

“Terdapat 77 rumah yang hanyut. Kondisi sekarang, warganya masih terus di pengungsian, juga ada yang mengungsi di rumah-rumah keluarga. Begitupun hujan masih terus terjadi. Kita takut luapan mendadak. Kita imbau masyarakat lebih waspada,” ucapnya.

Puluhan titik longsor di kabupaten itu, kata Yasir, sudah hampir seluruhnya dibersihkan. Di Kecamatan Batang Natal awalnya terdapat 30 titik longsor di badan jalan. Hari ini tinggal 3 titik lagi yang belum selesai pembersihan. Diperkirakan besok pagi sudah bisa dilalui.

“Pembersihan ketiga titik longsor ini kita harap segera rampung. Karena kalau tidak segera dibersihkan bisa menghambat pengiriman bantuan ke lokasi bencana yang jaraknya mencapai puluhan kilometer dari ibukota,” jelasnya.

Selain itu, jalan nasional di Kotanopan yang terputus akibat terjangan banjir, telah diperbaiki. Jalur itu sudah bisa dilalui mobil. Namun aparat setempat belum mengizinkan kendaraan besar untuk melintas, karena lintasannya masih lembek.

“Jalan itu dari bekas sawah ditimbun. Jadi masih lembek. Terus kita perbaiki agar bisa menjadi lancar. Upaya lain yang kita lakukan bersama instansi terkait yakni pembersihan kompleks pendidikan yang terdampak banjir. Kegiatan belajar-mengajar diharapkan sudah dapat berlangsung Senin pekan depan,” bebernya.

Seperti diketahui, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara pada Kamis (8/11/ 2018).

Tercatat ada 77 rumah hanyut dan akses jalan lintas provinsi di Kecamatan Kotanopan juga terputus. Rumah warga hanyut akibat Sungai Batang Natal meluap.

(voshkie)

Berikan Komentar