Warga Palestina Peringati Great March of Return di Gaza, Israel Sambut dengan Tembakan Senjata

oleh -371 views

garudaonline, Jakarta: Puluhan ribu warga Palestina turun ke jalan berkumpul menuju perbatasan Gaza pada Sabtu (30/3), menandai setahun peringatan Great March of Return. Dalam protes besar-besaran ini dilaporkan seorang pemuda 17 tahun Palestina tewas ditembus peluru tajam tentara Israel.

Berdasarkan laporan Kementerian kesehatan di Gaza, selain seorang pemuda tewas, tercatat 59 orang lainnya cedera. 13 di antaranya luka terkena tembakan langsung pasukan Israel. Sehari sebelumnya, seorang warga Palestina juga tewas pada malam menjelang protes besar-besaran di sejumlah titik perbatasan Gaza.

Meski tentara Israel telah memberikan banyak peringatan dan blokade melalui kendaraan militer, semangat demonstrasi warga Palestina tak surut.

“Kami akan bergerak menuju perbatasan, bahkan jika kami harus mati,” kata salah satu demonstran, Yusef Ziyada (21) dikutip dari AFP, Sabtu (30/3).

Diketahui pihak Mesir telah berupaya menengahi komunikasi antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza. Ini dilakukan guna mengendalikan kekerasan agar tidak terjadi korban berjatuhan seperti yang terjadi setahun lalu.

Puluhan ribu warga Palestina mulai mendekati pagar perbatasan timur Jabalia di sisi utara Jalur Gaza. Sempat terjadi kericuhan sebelum akhirnya para demonstran mundur ketika pasukan Israel menembakkan gas air mata.

Sementara itu militer Israel mengatakan sebagian besar demonstran masih jauh dari pagar perbatasan Gaza-Israel. Israel menyebut puluhan ribu warga Palestina tersebut sebagai kelompok perusuh.

“Sekitar 40 ribu perusuh dan demonstran saat ini berkumpul di beberapa lokasi di sepanjang pagar keamanan Jalur Gaza,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Para perusuh melemparkan batu dan membakar ban. Selain itu, granat dan alat peledak telah dilemparkan ke pagar keamanan Jalur Gaza dalam sejumlah insiden berbeda,” katanya menambahkan. Militer Israel menolak memberikan tanggapan terkait seorang pemuda yang tewas dalam aksi tersebut.

Pejabat senior Hamas, Bassem Naim menyebut protes pada Sabtu ini sebagai sebuah pesan yang sangat penting yang dikirim dari Gaza ke semua pihak, terutama Israel dan masyarakat internasional.

“Warga Gaza hari ini berkumpul di sini, secara damai, untuk menyuarakan suara mereka menentang agresi dan pengepungan terhadap Gaza,” katanya kepada AFP.

Peringatan Great of March merupakan aksi damai memperingati aksi yang dilakukan selama enam pekan di jalur perbatasan Gaza-Israel pada 30 Maret 2018. Para demonstran mengusung satu pesan yang sama, menuntut agar penduduk Palestina yang tinggal di pengungsian bisa kembali ke tanah mereka. (CNN/dfn)

Berikan Komentar