Waspadai 5 Penyakit Ini “Menghantui” di Musim Hujan

oleh -811 views

garudaonline – Medan | Pergantian musim kemarau ke hujan biasanya berpengaruh terhadap kesehatan dan memicu penyakit tertentu. Cuaca di musim hujan menyebabkan munculnya bakteri yang punya media air sebagai perantara.

Kepala Puskesmas Pancurbatu dr Hj Tetty Rossanti Keliat, Kamis 5 Oktober 2017 mengatakan ada lima penyakit yang muncul di saat musim hujan antara lain demam berdarah, diare, influenza, leptospirosis, asma dan alergi.

“Demam berdarah nyamuk gampang bertelur karena banyak air tergenang. Begitu juga dengan diare disebabkan karena adanya perantara air kotor. Kondisi banjir membuat kuman menjadi mudah berkembang biak. Ditambah lagi dengan cuaca atau udara dingin, penyakit seperti asma akan mudah kambuh,” ujarnya

Menurut Tetty yang utama untuk mencegah penyakit musim hujan, yakni harus menjaga kebersihan dalam segal hal. Mulai dari mencuci tangan setiap usai melakukan kegiatan, terutama bagi ibu rumah tangga yang memasak di dapur. Bukan hanya pada saat makan saja, tapi juga ketika menyuapi anak.

“Perhatikan juga lingkungan di sekitar rumah. Usahakan jangan sampai ada air tergenang. Kalaupun ada, segera tutup bagian tersebut. Kaleng-kaleng bekas segera dibersihkan dan simpan dalam posisi terbalik, supaya nyamuk tidak berkembang biak dengan cepat,” pungkasnya.

Meski penyakit musim hujan, influenza sulit dicegah, tapi bisa disiasati dengan daya tahan tubuh yang baik, makan dan minum sesuai prinsip gizi seimbang, serta cukup tidur.

“Pada saat terjadi banjir dan harus melewati genangan air, segera mencuci kaki agar tidak mudah kena penyakit. Memang yang terkena penyakit adalah pasien yang berkontak dengan hal-hal kotor, misalnya petugas sampah. Jadi, jika sudah tahu paparannya lebih banyak, harus benar-benar ekstra bersih,” lanjutnya.

Selanjutnya, leptospirosis gejalanya demam, nyeri otot terutama otot daerah betis, mata merah, mual, muntah, mata berwarna kuning. Bahkan yang lebih parah bisa mengalami gagal ginjal karena kuman merusak pembuluh darah ke ginjal atau masuk ke jaringan ginjal.

“Penyebab penyakit ini disebabkan bakteri leptospira yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Sangat penting menjaga kebersihan rumah, karena pada saat banjir datang air banjir bisa membawa bakteri tersebut jika rumah dalam kondisi kotor. Bakteri bisa masuk ke kulit atau lewat mulut,” tuturnya.

Begitu juga dengan asma dan alergi, gejalanya batuk, sesak, napas pendek, tersengal-sengal dan napas yang berbunyi “ngik ngik”, bersin-bersin. Pasien harus hati-hati saat udara dingin di musim hujan membuat asma bisa kambuh.

“Alergi pun demikian. Misalnya, alergi rhinitis yang disebabkan alergi terhadap unsur seperti debu, kelupasan kulit hewan tertentu, dan serbuk sari,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Data dan Informasi BBMKG Wilayah I, Syahnan mengatakan intensitas hujan di wilayah Sumatera Utara cukup tinggi. Bahkan musim hujan di Sumut diperkirakan akan terjadi hingga akhir November.

“Sumut tengah memasuki musim hujan. Curah hujan biasanya terjadi pada sore hingga malam hari. Mengingat intensitas hujan yang tinggi, ada beberapa wilayah yang rawan banjir dan longsor terutama di Kawasan Pantai Timur dan Pantai Barat.

(fidel)

Berikan Komentar