Yaman Diguncang Perang, Toko Hewan Peliharaan Kian Memprihatinkan

oleh -279 views

garudaonline, Jakarta: Memiliki hewan peliharaan membawa konsekuensi sang pemilik untuk memastikan kesejahteraan peliharaannya. Mulai dari makanan, kesehatan hingga kenyamanan hewan semua harus diperhatikan.

Akan tetapi di tengah situasi tak pasti seperti di Yaman, hal-hal ini tampaknya sulit dipenuhi. Amro al-Awadi mengaku dirinya tak mampu membelikan makanan khusus untuk anjing peliharaannya. Dia pun terpaksa memberi makan sang anjing dengan remah makanan sisa restoran.

“Saya menjaga hewan peliharaan saya karena cinta saya pada binatang, orang lain justru menelantarkan mereka,” ujar al-Awadi dikutip dari Reuters.

Apa yang dilakukan al-Awadi bukan hal aneh. Selama hampir empat tahun perang, Yaman dilanda kehancuran ekonomi dan kelaparan.

Di sisi lain, Mourad Jamal tetap berjuang untuk menjaga agar toko hewan miliknya di kota Sanaa tetap ‘hidup’.

Di tokonya terdapat kucing putih dan burung-burung yang terpajang di dinding. Seekor ikan mas berenang sendirian di dalam tangki dan kakaktua abu-abu di kandang.

Aksesori kandang tergantung di dinding belakang. Tak lupa ada tumpukan biskuit anjing dalam kemasan.

“Situasi di negara ini telah memburuk, kondisi keuangan suram. Seorang warga negara Yaman nyaris tidak bisa mempertahankan diri,” kata pemilik toko hewan peliharaan Aalam Aleef ini.

Dia menjalani bisnis hewan peliharaan selama tujuh tahun sedangkan toko sudah berjalan selama dua tahun. Melihat situasi ini, dia berpendapat bahwa memiliki hewan peliharaan merupakan suatu kemewahan.

Perang membuat kota Sanaa jadi sasaran serangan udara dari koalisi. Mereka melakukan intervensi ke Yaman pada 2015 untuk mengembalikan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang digulingkan.

Kedutaan pun ditutup akibat pecahnya perang. Orang-orang asing plus hewan peliharaan mereka melarikan diri dari Sanaa. Jamal berkata ini membuat pembeli makanan hewan di tokonya menurun.

Ia pun tetap menjalankan usahanya dengan jasa merawat hewan. Namun ia tetap menemui hambatan dalam menjalankan prosedur rutin salah satunya vaksinasi. Vaksin harus dalam kondisi sejuk bahkan saat diantar, tetapi kadang vaksin tak layak pakai saat sudah sampai di lokasi. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar