Zakir Husein, Buronan Kasus Narkoba Ditangkap Timsus Polrestabes Medan di Jakarta Pusat

oleh -1.534 views
Zakir Husein

garudaonline – Medan | Timsus Polrestabes Medan akhirnya berhasil menangkap salah seorang buronan bernama Zakir Husein alias Jakir Usin (47).

Bandar narkoba yang paling diburu polisi ini diciduk dari persembunyiannya di Jalan Angkasa Dalam 1 Rt 10, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Kemayoran Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu 29 September 2018 sekitar pukul 18.00 WIB.

“Benar, yang bersangkutan (Zakir Husein) ditangkap oleh Timsus Polrestabes Medan,” kata Kapolrestabes Medan Komisaris Besar Polisi (KBP) Dadang Hartanto, Senin 1 Oktober 2018.

Dadang menjelaskan, penangkapan bandar narkoba kelas kakap itu berawal pada Sabtu 29 September 2018 sekira pukul 10.00 WIB, Timsus Polrestabes Medan melakukan penyelidikan selama beberapa bulan terkait keberadaan tersangka Zakir Husin.

“Yang bersangkutan merupakan DPO narkoba paling diburu dalam beberapa bulan terakhir oleh Polrestabes Medan. Setelah menemukan tempat persembunyian, tersangka langsung diamankan,” urai Dadang.

Dari tangan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa satu buah passport, satu buah buku tabungan Mandiri, kartu ATM, KTP, kartu anggota OKP Pemuda Pancasila, 10 unit handphone, 1 buah tas warna coklat.

Menurut Dadang, tersangka merupakan residivis narkotika dan sudah empat kali masuk penjara yakni pada Tahun 2000 dengan barang bukti ganja mendapat hukuman 8 bulan. Tahun 2002 dengan barang bukti sabu 3 gram dan dijatuhi hukuman 4 tahun 3 bulan.

“Kemudian tahun 2005 dengan barang bukti ganja serta dihukum 1 tahun 5 bulan. Selanjutnya Tahun 2006 tertangkap dengan 1 tersangka lainnya yakni Abu Geleng serta barang bukti sabu 1/2 Ons dan dihukum 1 tahun 5 bulan penjara,” ungkapnya.

Setelah dilakukan penangkapan, lanjut Dadang, tersangka memberikan keterangan kepada petugas yakni tersangka mengakui bahwa sekira bulan Januari 2018 ada 2 orang anggota tersangka atas nama Fikri dan Agus ditangkap oleh Sat Narkoba Polrestabes Medan dengan barang bukti yang diamankan 1/2 Kilo yang merupakan milik tersangka.

“Selain itu, pada 29 Agustus 2018 menyuruh istrinya Melva dan supirnya Zulherik untuk mengantar sabu seberat 1/2 Ons, dan sabu tersebut adalah milik tersangka,” paparnya.

Tersangka juga mengakui bahwa sabu tersebut diperoleh dari Agam (45) warga Samalengah Kabupaten Bireun Provinsi Aceh. Adapun orang yang mengantar sabu tersebut kepada Melva dan Zulherik adalah Iqbal (35) warga Samalengah Kabupaten Bireuen.

“Dia mengaku barang sabu-sabu miliknya saat ini masih ada sekitar 3 Ons 1/2 dan barang tersangka berada pada kekuasaan seseorang berinisial H (40). Tersangka juga mengakui sabu miliknya dijual di wilayah Kota Medan yakni di Kampung Kubur, Mencirim dan Polonia,” bebernya.

Berikan Komentar