Debat Alot Tim Hukum 02 dan Saksi KPU Terkait Situng

oleh -110 views

garudaonline, Jakarta: Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat peringatan dari hakim konstitusi dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi.

Peringatan dikeluarkan oleh hakim I Dewa Gede Palguna kepada kuasa hukum Iwan Satriawan agar tidak melenceng mengajukan pertanyaan kepada ahli IT KPU, Marsudi Wahyu Kisworo.

Hakim I Dewa Gede awalnya mengingatkan Iwan saat bertanya pihak yang bertanggung jawab tentang situs situng KPU.

Iwan bertanya soal keamanan dalam situng KPU karena ada kemungkinan pihak luar melakukan intervensi.

Marsudi menjelaskan lagi soal situng dan website situng. Menurutnya untuk situng, tidak bisa diakses dari luar. Sementara website situng adalah cerminan.

“Kalau sistem ini mau diretas mau dimasuki, mau dibom juga enggak apa-apa. Karena 15 menit kemudian akan di-refresh baru lagi. Kita bisa melakukan apa saja kepada website situng, tapi tidak akan berdampak lama, 15 menit dengan data semula lagi,” ujar Marsudi.

Iwan kembali bertanya soal entry data di situng yang disebutnya bisa diedit.

“Bapak setuju bahwa entry data di situng itu bisa diintervensi? Form C1 yang di-upload itu bisa adalah hasil form C1 hasil editan. Apakah sistem informasi ini bisa men-detect bahwa ini form tidak benar, tidak valid. Bagaimana menurut bapak?” kata Iwan.

Marsudi tak membantah kemungkinan perubahan dalam website situng KPU. Namun dia kembali menegaskan perubahan tak akan berarti banyak karena website situng akan memulihkan diri (refresh) dengan data yang benar.

“Jadi kita tinggal lihat data hasil akhirnya saja bahwa sekarang masalah tinggal di 233 TPS berkaitan 01 dan 400 TPS yang berikat dengan 01, per tanggal 10 kemarin,” kata dia.

Iwan tidak berhenti. Dia lalu menantang Marsudi agar bisa membuktikan lewat simulasi bahwa situng bisa melakukan refresh secepat mungkin.

“Sehingga informasi yang salah tidak cepat dikonsumsi oleh publik,” ujarnya.

Marsudi menolaknya. Dia beralasan bukan karyawan atau pejabat KPU. Dia mengatakan yang bisa melakukan hal itu hanyalah KPU.

Iwan menangkap jawaban Marsudi itu sebagai tantangan kepada KPU. Namun Marsudi langsung meluruskan.

“Yang saya sampaikan tadi itu, desainnya seperti itu dan saya yakin sampai sekarang seperti itu. Dan saya menyaksikan sendiri ketika ada upaya-upaya untuk melakukan peretasan pada situs pemilu 2019 itu, tidak lama terjadi, dikembalikan lagi seperti semula,” tuturnya.

Palguna pun menghentikan perdebatan tersebut.

“Saya ingin meluruskan supaya publik tidak bias apa yang saudara tanyakan. Saudara tadi kalau tidak salah menanyakan apakah itu bisa diperbaiki. Bapak (Marsudi) itu bilang bisa. Tapi untuk memperbaiki itu dia tidak bisa karena bukan kewenangannya,” kata Palguna.

“Itu dipegang orang dari KPU. Jadi kalau presentasi sekarang tidak mungkin. Kecuali kalau bapak operator. Itu bisa,” lanjut Palguna.

Palguna juga menegur salah satu Tim Hukum Prabowo-Sandi lain yang melayangkan pertanyaan melenceng kepada Marsudi. Pertanyaan itu berkaitan dengan data anak di bawah umur yang masuk ke dalam situng.

Palguna pun mempertanyakan apakah pihaknya sudah membaca amplop yang berisi materi apa saja yang dijelaskan oleh ahli.

“Kepada pemohon apa sudah melihat amplop? Hal-hal yang akan diterangkan sudah di situ, juga kepada termohon saya ingatkan bahwa ahli ini disuruh untuk menerangkan apa, fokusnya di situ,” kata Palguna. (CNN/dfn)

Berikan Komentar